Jumat, 13 Januari 2012

MAWAR....

MAWAR,,,,
Oleh : Faozah Nurlaela

Untuk setangkai bunga mawar terindah yang pernah singgah dan bersemayam di hati. . . .
Hanya untuk kau seorang. . . .
Mawarku. . . . ku yakin kau tau betapa besar cintaku bersemayam jauh di lubuk hatiku hanya untukmu, cintaku begitu dalam, sedalam ruh yang bersembunyi dalam jasadnya, tak kasap oleh mata.
Mawarku. . . . tulusnya cintaku bagaikan sungai nil yang terus mengalir mengairi bentangan tanah tandus di padang pasir, namun. . . .
Biarkan cintaku pergi terhembus angin lautan dan membawa bayang semu mu. . . . cukupkan cintamu hanya untuknya, sang pemilik cinta kasih dalam hidup duniamu. . . .
Biarkan cintaku bersembunyi dalam derasnya ombak yang bergelombang. . . . terhempas dan terjatuh. . . . jadilah mawar paling terindah dalam duniamu kini. . . .
Fadil,,
***
Semuanya seakan tak perdulikan ku, melepasku begitu saja. . . . dan kaupun seakan tak mengerti tentang semua rasa yang bergejolak dalam dada, seakan ukiran tanganmu menghempaskan ku sehancur-hancurnya. . . . cintaku mulai pupus rapuh tak berdaya. . . . tak adakah satu pijakan mencoba tuk menyanggah ketakberdayaanku kini. . . .?? kau sirna, melepaskanku begitu saja. . . .
Tuhan. . . . kini hatiku bimbang terombang-ambing. . . . cukupkan semua takdir hanya kepada-Mu. . . . jika ia adalah yang terbaik bagiku kini dan nanti, jangan biarkan hati ini merasa hancur sehancur-hancurnya. . . .
Tuhan tunjuklah satu bintang di malam ini, buat aku tersenyum walau sesaat, yakinkan hati ini dengan segala curahan kasih-Mu, biarkan tangis ini menjadi sebuah saksi bahwa esok aku dapat tersenyum kembali bersama bintang pijar yang baru. . . .
“mawar. . . . !!! ini gaun-gaun besok yang harus kamu pakai!! Cepatlah tidur. . . .!! karena Ibu tidak ingin melihat kamu sakit di hari paling bersejarah untukmu nanti . . . . cepatlah tidur sayang. . . .!!” putusnya dan mengecup hangat keningku.
“iyya Ibu. . . .!!” ku ukir senyum dalam perihku, melepas bayangnya dari ambang pintu.
 Indahnya senyum terekam jelas dari wajah kebahagiannya, membuatku semakin rapuh jika harus mengecewakannya. . . .
Tuhan. . . . biarkan hati ini sakit, jika senyum surga dapat ku ukir pada bibir manisnya untuk kini dan nanti. . . .
***
“mawar sayang. . . . cepat nak. . . . akad akan segera dimulai!!!” jemput ibuku dari ambang pintu.
“ayo nak. . . . mari sayang kita turun!!!” hangat tangannya merengkuh tubuhku dalam balutan indah, mendamparkanku dalam kegalauan batin.
“ayo. . . . duduk mawar. . . . tunggu apa lagi?!” pecahnya dalam keheninganku.
“apakah sudah siap semuanya. . .?! baiklah kita mulai saja akadnya. . . . bismillahirrohmanirrohim. . . . saya nikahkan ROMI WIJAYA. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .!!!!!!”
“Sahh. . . .??!” singkat kalimat akhirpun terucap.
“saaahhhh. . . .!!!!!” deru suara yang menyeruak menimpali.
Kecupnya hangat di keningku. . . . semoga Tuhan, memberi yang terbaik sampai nanti. . . .
***
Malam ini seakan asing bagiku, sosoknya begitu mengganjal dalam hidupku. . . . Tuhan. . . . maafkan aku, bukan maksud mulut ini tak ingin berkata, namun sungguh sulit hati ini tuk mencoba. . . . semoga dirinya dapat mengerti.
“mawar. . . .!!!” katanya lembut mengejutkan hatiku, menatapku padam. . . .
“istirahatlah. . . .!! jangan sampai rasa lelah membuatmu sakit esok. . . .!!” sambungnya dan berlalu dari hadapanku.
Akupun menatapnya dalam hening, yang berlalu begitu saja. Biarkan kali ini hati ini berontak, tanpa harus selalu menuruti. . . .
Malam semakin pekat, namun tidurku tak dapat larut dalam buaian mimpi, sosoknya masih menghantui fikiranku .
Tuhan. . . . adakah yang ku cinta kini memikirkan aku??! Keluhku dalam resah. . . . ku buka mataku dalam pejaman tidur, mendengar reotan suara pintu seakan mengusik kenyamananku. . . . sosoknya tenang memasuki.
“belum tidur. . . .??!” katanya lagi dengan lembut.
“belum . .!” jawabku singkat.
“kenapa. . . ?!” suatu pertanyaan bodoh, yang ku fikir tak perlu tuk ku jawab, akupun hanya diam menatap sosoknya menghampiri.
“mau dengerin cerita. . .?!” satu kata lagi yang keluar dari mulutnya, seakan mengejek ku.
“bukan. . .!! bukan, maksudnya aku punya cerita seru, siapa tahu kamu ingin mendengarnya. . . . !!” katanya seakan dapat membaca raut kekesalanku
Malam semakin pekat. . . . angin semakin menusuk. . . . hening semakin sendu. . . . suaranya satu terdengar lembut, mendayu mengukir mimpi dalam lelap tidurku. . . .
***
“Romi. . . . dimana istrimu nak??!” suara itu tiba-tiba mengusikku dari lelap tidurku, akupun terperanjak bangun dari tidurku, ku buka pintu kamarku, tercengang di ambang pintu. . . . melihat sosoknya tenang menghidangkan beberapa makanan di atas meja bersama Ibuku.
“masih tidur Bu. . . . mungkin ia lelah. . . .!!” jawabnya menatap Ibuku lembut.
“ooh. . . . kamu tidak pergi dinas hari ini Rom. . .?!”
“enggak Bu kan masih cuti. . . mungkin dua atau tiga hari lagi aku langsung dinas keluar kota.” Jelasnya.
“looohhh. . . .!! terus Mawar hendak kau ajak??!” spontan Ibuku dengan raut wajah yang nampak kaget.
“kalau Romi sih terserah Mawar saja, kalau Mawar mau ya nanti Romi ajak, kalau enggak juga Romi gak maksa, kan disini masih ada Ibu yang bisa temenin Mawar  nanti.” Katanya seakan luluhkan hati ini.
“Ibuu. . . .!!” akupun berdiri di hadapan mereka, seakan mengacaukan pembicaraan.
“Mawar. . . .!!  kamu itu bagaimana sih?! Bukannya bangun lebih awal, hormati suamimu. . . .!!” deretan kata menyerbuku pagi ini, akupun merengutkan keningku kesal. . . .
“sudah lah Bu. . . . mungkin Mawar masih lelah, dan belum terbiasa, aku bisa ngerti kok Bu. . . .!!” katanya lagi seakan goyahkan hati ini.
“yah sudah, besok kamu harus berubah Mawar. . . . belajar agar terbiasa. . . . hormati suamimu. . . .!!” ucapnya lagi nampak menasehati dengan kekesalannya.
“Mawaar. . . . mandilah dulu kau sayang, biar aku dan Ibu yang menyiapkan hidangannya, lagi pula sebantar lagi selesai kok. . . .!!”
Sayang. . . . akupun menatapnya aneh, seakan ingin ku keluarkan kata-kata itu dari kedua telingaku, ku tinggalkan bayangnya tanpa ragu, menepis sedikit rasa kesal  yang menghampiri.
***
Bayangnya seakan tak pernah padam menghampiri sepiku, menghamparkan berjuta kenangan yang tak dapat terobati lagi, menggores luka dalam hati. . . . namun tak bisa ku pungkiri, sosok baru seakan memaksa menerobos ruang hatiku saat ini. . . . di saat hati ini rapuh dan kehilangan . . . .
“ehhem . . . .!! sendirian saja neng. . . . !!!”sosoknyapun menghancurkan lamunanku sesaat.
“nih aku buatkan teh hangat. . . .!!” tawarnya yang menyodorkan secangkir teh kecil dari hadapanku.
“kenapa. . . .??!” tanya tanpa ragu.
“maaf. . . . aku lagi malas ngomong!!!” jawabku mengelak untuk berkata.
“ouuuwhh. . . . . yah sudah, diminum yah tehnya. . . .!!!” tangannya hangat mengelus lembut rambutku, dan berlalu dengan hati yang nampak pilu . . . . sungguh dapat ku rasakan itu, tuk kesekian kalinya, (maafkan aku. . . .) desah ku lirih dalam hati.
***
Kini malam begitu kelam dinginnya begitu menusuk, ku tatap wajahnya dalam hening. . . . yang kini terbaring pilu disampingku. Sungguh begitu dewasa. . . . menyikapi sagala tingkah yang ku perbuat terhadapnya, namun. . . . mengapa harus seperti itu. . . .?! membuat hati ini semakin luluh dan tersentuh. . . . hingga bingung menyikapi hidup, mengapa kau harus pilih aku. . . .?! wanita yang tak pernah memberi berjuta cinta di hidupmu, hanya terus melukai . . . . tangisku pecah dalam sunyi, membasahi wajah ini, menatapnya penuh hilaf dan salah. . . . hangat ku sentuh wajahnya sepi dalam tidurnya . . . . (maafkan aku . . . . ) lirih kataku dalam hati.
Tuhan. . . . ajari aku untuk mencintainya . . . . ajari aku untuk menghargainya. . . . jangan biarkan hati ini merasa angkuh untuk bisa mencintainya. . . . izinkan aku tuk bawakan surga cinta terindah untuknya kini dan nanti.
***
“Mawar sayang. . . .!!!” lembut tangannya membelai rambutku, ku buka pejaman mataku seketika.
“lekaslah kau mandi, aku sudah siapkan sarapan untuk kita. . . . aku tunggu yah!!” senyumnya lepas meninggalkanku.
Tuhan. . . . hingga hari ini pun aku belum bisa melakukan yang terbaik. . . . maafkan aku Tuhan. . . .
Akupun segera menghampirinya dalam duduk, sedetik setelah aku mandi. Ku hampiri sosoknya tanpa ragu, yang nampak pekat menatapku hangat.
“emmm’. . . . maaf. . . .!!” kataku tertahan.
“uussst. . . . kita makan yuk!!!”potongnya, tak mempersalahkan keadaan, membuatku semakin bersalah.
 Ku tatap wajahnya yang begitu tenang teduhkan hati ini. . . . Tuhan, apakah kini aku mulai menyadari, begitu tulusnya cinta yang ia miliki, tanpa ada sedikitpun paksaan dan kepentingan.
“Mawar. . . . !!” katanya mengejutkan fikiranku, Ku tatap wajahnya tuk sampaikan isyaratku.
“aku. . . . aku akan pergi untuk beberapa hari menjalani tugas dinasku di Kalimantan, aku harap kau baik-baik disini, Ibu akan menemanimu untuk beberapa hari. . . . baik-baik sayang. . . . aku mencintaimu. . . .!!” sambungnya menatapku hangat, tanpa ada sepatah dua patah kata ajakan bersarang dari mulutnya, ku tatap sosoknya padam, dan berharap kata itu terlontar.
“aku pergi. . . .!!” katanya yang beranjak dari hadapanku, tanpa ada sedikit kata yang ku harap terlontar dari mulutnya.
“Rom. . . .!!” akupun memanggilnya lirih,menghampiri bayangnya di ambang pintu, padam ia pun menatapku kosong dalam keanehan. Ku kecup keningnya hangat tanpa ragu, melepas kepergiaannya.
“hati-hati. . . .!!” kataku lirih.
Senyum syahdu terukir indah dari bibir manisnnya, mengantarkan bayangnya  yang lenyap dari hadapan mata.
***
Sepiku tak berujung. . . . menelan kisah yang sudah-sudah. . . . harus berapa lama lagi aku menunggu, diatas rindu yang menggebu-gebu. . . . merasakan akan arti hadirnya yang lalu-lalu, begitu sulit untuk mempersalahkan keadaan, karena hati terkadang sulit untuk di mengerti. Namun, rasa cinta ini datang begitu saja, menggebu-gebu dalam dada. . . . sedang apakah ia di sana??! Rasa khawatirpun datang menyelimuti. . . . rasa takut kehilangan. . . .
Tuhan. . . . tolong jaga rasa ini untuknya. . . . hanya untuknya.
“Mawar. . . . sedang apa kau nak?! Tak baik terus melamun seperti itu!! Kenapa kau sayang. . . .?!” Ibupun datang menghampiri, seakan slalu memperhatikan tingkah anehku akhir-akhir ini.
“Mawar. . . . Mawar kangen bu sama mas Romi. . . .!!” kataku tertahan, menahan gejolak jiwa, namun dekapnya hangat merengkuh tubuhku.
“kapan mas Romi pulang yah Bu. . . .?!” sedikit tanyaku lucu, mengukir senyum mungil Ibuku.
“mengapa kamu aneh toh nduk. . . .?! coba saja telpon, lalu tanya kapan Romi pulang!!” katanya menatapku dengan senyum yang masih membekas indah.
“emm’. . . . Mawar malu Bu. . . . Mawar gengsi. . . .!!!” jawabku lugu menerawang sepi.
“kenapa juga mas Romi gak telpon Mawar?! Mas Romi lupa yah Bu sama Mawar?!” tanyaku lugu dengan rasa kekhawatiran.
“loohh. . . . kok gitu si nduk ngomongnya. . . . .!!!” iapun segera menekan hitungan angka di hand phonenya yang kemudian menyodorkannya kepadaku.
“yah hallo. . . . ibu. . . . gimana kabarnya bu. .?! maaf Romi belum sempet kasih kabar sama ibu, gimana kabarnya bu. . . .?!” akupun terpaku sepi, terdengar suaranya hangat mendayu dalam kalbu. . . .
“hallo ibu. . . . hallo. . . .??!” katanya lagi menuggu jawaban.
“hallo. . . .!” kataku tertahan sepi.
“ma. . Mawar. . . .!!!!” terdengar suaranya syahdu bahagia dari balik hand phone ku, terbata-bata. . . .
“gimana kabarnya mas Romi. . . .??!!!!!” kataku menahan segala rasa yang bergejolak
“baik. . . . syukur aku baik-baik saja. . . .!!” jawabnya tanpa sedikit tanya tentangku
“gimana ibu. . . .???!” katanya dari sebrang seakan acuhkan ku. . . .
“looohhh. . . . kok ibu. . . .????! akunya enggak. . . . !!!!!!” kesalpun tersirat dalam hatiku.
“ehh. . . . iyya lupa. . . . kan maksudnya, gimana dengan kabarnya bu Mawar. . . .??! hhehehhe. . . .!!” suaranya seakan teduhkan hati ini, tawanya lepas hiasi batin.
“eu. .euuhhh. . . . kok gituuu. . . .??!!” suaraku kesal.
“looohh. . . . kok gitu gimana. . . .????!!!” suaranya terdengar panik.
“hhe. Iyyah. . . . kan aku ibu ROMI WIJAYA, sekarang. . . . . hhahaha!!!” jawabku nyeleneh.
“ouuwh gitu yah. . . .??!” singkat pertanyaannya terdengar, namun mengesalkan batin.
“iihhhhh. . kok gituu. . . .???! hheuhhhh.!!!” Kata ku tertahan.
“hhehehheh. . . . kenapa. . . .??! kangen yah????!!!” tanyanya mengalihkan pembicaraan.
Akupun terdiam sepi tak ada jawaban. . . .
“halloo. . . .????!!! ibu ROMI WIJAYA. . . . .!!” Sambungnya, mengukir senyum di bibirku.
Candapun tertuang hangat, seakan mengobati rasa rindu yang menggebu-gebu . . . . hangatkan sebuah suasana kalbu.
“kapan mas Romi pulang. . . .??!” tanyaku menuju inti pembicaraan.
“belum tau, ini juga sedang diusahakan. . . .!!” jawabnya membingungkan.
“ouuwhh. . . .!!” jawabku putus dalam asa.
“kenapa. . . .???!  kangenkaaannnn. . . . .!! hayyo ngaku. . . . .???! hhahhahahahh. . . .!!” tawanya lepas seakan menutupi rasa malu, namun sesaat hening tak ada suara. . . . . . . . NNGGEEEEKKKK. . . . .BBRRRAAAAAKKKKKKK. . . . . . .!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! tuut. . . . tuut. . . . tuut . . . .tuut. . . . tuut. . . .tuut. . . . .!!
Tanyaku sepi dalam pilu kekhawatiran batin. . . . .
“hallo. . . .halloo. . . . hallooo. . . . mas Romiii. . . . . . . . . .!!!!” tak ada jawaban yang dapat ku dengar.
***
Sore ini nampak kelam, sekelam hati ini yang semakin galau tak menentu. . . . selang waktu yang terus berputar, berita duka mengantarkan luka dihatiku. . . . setelah tawa merekah indah dari mulutnya. . . . setelah rindu seakan musnah oleh candanya. . . . ku tatap wajahnya pilu tak ada jawaban, kuraih tangannya lemah tak berdaya, terselip dihati. . . . apakah semua ini salahku. . . .????!!
Salahku seakan menghantui. . . . pojokkan ku semakin dalam. . . . ku genggam tangannya tanpa henti, tak ingin sedetik saja terlepas. .  . . dalam hati berbisik,Tuhan. . . . tolong dia. . . .!!!
Putaran waktu terus berjalan, namun tak ada jawaban. . . . sosoknya masih saja mengundang iba dalam batin. . . . terbujur lemah tak berdaya. . . .
“Mawar sayang. . . . istirahatlah dulu, biar ibu yang tunggu Romi. . . .!!” katanya lembut menatapku tabah.
Namun, tak sepatah katapun keluar dari bibir ini, hanya mengangguk dan berlalu untuk meninggalkannya sejenak. Ku basuh wajah ini dengan balutan do’a, bersimpuh dan memohon atas segala kasih dan sayang pengampunannya untuk segalanya yang telah terjadi. . . . Tuhan tolonglah hamba-Mu yang lemah ini. . . .
Derai kalbupun belum sempat kering di pipi, namun seru terdengar ibu memanggil namaku lirih. . . .
“Mawar. . . . Mawar sayang. . . .!!
Ragakupun seakan goyah menghampiri penuh gejolak. . . . kutatap wajahnya yang masih berbaring lemah tak berdaya, namun matanya mencoba tuk menerobos dunia. . . .  raga ini tak kuasa terperanjat syahdu dalam tangis. . . . ku peluk tubuhnya erat tanpa ragu. . . . lemah tak berdaya, dalam hati berbisik (semoga Tuhan, tak akan memisahkan kita. . . .)
“ma. . Mawar. . . .!!” katanya lirih, mencoba menatapku.
“uusssttt. . . . .!!! tak ada yang perlu kau ucapkan dan kau takuti. . . .!” tatapku hangat dalam sendu.
“karena aku ada, hanya untuk kamu. . . .!!!! aku sayang kamu. . . .!!!” kata ku lepas, mencium hangat keningnya. . . . darai tangis tertuang dalam syahdu, seakan menjadi obat dalam rasa.
***

Minggu, 08 Januari 2012

AIR MATA PENANTIANKU.....

AIR MATA PENANTIANKU. . . .
Oleh : Faozah Nurlela (ozah_cute01@yahoo.com)*

 Kisah ini terukir saat bahagia berbalut pilu bergejolak dalam dada berkecamuk dalam hati. . . seakan jantung ini ikut dipermainkan oleh sebuah rasa cinta, kagum, pilu, dan ketidak berdayaan seorang wanita. . . mengantar kepergianmu adalah hal tersulit dalam kehidupanku. . . satu hal tersulit bagi hidupku justru sebuah kunci sukses dalam hidupmu kelak. . .
YAMAN. . . Sejauh itukah kan kau langkahkan kakimu kini. . . tanpa tau gejolak rasa yang berkecamuk dalam dada. . . jauh dalam fikiranku. . . tak dapat ku gambarkan setitik kisah, apa yang akan terjadi nanti. . .??!  Saat janji tertuang dalam sebuah kata-kata dihadapanku dan keluargaku. . .
“tunggu aku........ akan ku tuntaskan studyku, dan kembali untuk meminangmu.....!!!” katanya mantap dengan sorot matanya yang tajam penuh keyakinan.
Tak sepatah kata terucap dari mulut ini seakan lidah ini terpaku, kupegang tangannya hangat penuh erat tak ingin sedetik saja terlepas. Mata ini terus meleleh menitikkan tangis kepergiannya, menatapnya hilang dari kejauhan, sisakan titik kecil di angkasa yang kemudian hilang terhembus angin. . . inilah setitik awal penantianku. . .
“sudah sebaiknya kita pulang ALISYA. . . tak baik berlama-lama disini berkeluh kesah, sedang ia tak ada lagi disini. . .!!! ayo kita pulang sayang, doakan saja, sukses akan ia raih kelak. . .!!”  ibukupun membawa masuk diriku menuju mobil menyisakan sebuah nama dalam hati DZIKRUL. . . nama yang akan selalu ada dalam detik penantianku.
***
Tak sedikitpun kabar yang dapat ku terima, dari sekian hitungan waktu yang terus berlalu begitu saja. Matakupun sepi menerobos dari balik kaca menatap sekeliling sepi dalam gelapnya malam, tak satupun message yang masuk pada inbox kecil yang terselip diponselku. . . ku tatap fotonya pilu tak ada jawaban hanya menambah gejolak rindu yang terus membara-bara, lamunankupun terus menerobos dalam asa mencari kisah-kisah yang telah lalu mengukir sedikit senyum yang merekah kecil dibibirku menemani sepiku dimalam ini.
Waktu terus berputar larutpun terus membungkam kedalam asa, ku hembuskan nafasku dalam, menahan lelah terselip dalam dada. . .  penantianku yang tak berujung. . . penantianku yang tek terarah. . . terus dan terus menunggu tanpa sedikitpun kabar datang mencoba tuk mengobati.
***
Musim tak selamanya dingin. . . daun tak selamanya indah. . . hatiku seakan rapuh dimakan waktu. . . sunyiku dalam keramaian, sepiku dalam kesendirian, bertabur rindu penuh hasrat ketika tahun terus berganti menerobos waktu. . .
Sejenak ku coba hilangkan penat dalam hati dan fikiranku, membebaskan diri dari belenggu jiwa yang menghujam.
“Bu. . .  Alisya pergi dulu yah… ! tatap ku sendu dalam asa.
“Hendak kemana engkau pergi sayang?!” Hangat tangannya masih membelai lembut jemariku.
“Alisya ingin pergi untuk silaturrahmi Bu. . . sudah lama Alisya gak main ke pesantren. . . malu Bu sama guru-guru, nanti dikira Alisya sombong. . .” jelasku menatapnya hangat.
“ouwh. . . !!! hati-hati kalau begitu!!” singkat katanya mengakhiri untaian kata saat itu.
***
“nenk. . . nenk Alisya. . . assalamualaikum. . . gimana atuh kabarnya nenk?!” suara itu menyapa ku kali pertama ku injakkan kembali kaki ini di pesantren, tempat dimana nama itu ku kenal DZIKRUL. . . .
“walaikumsalam. . . baik Alhamdulillah ustadz” jawabku saat ku tolehkan wajahku dalam hentian langkah kakiku.

Canda terurai dalam kata, mengukir kembali kisah-kisah yang telah lalu, senyum merekah dibibir saja kala canda berbalut hangat.
“hehe. . . pak ustad inget aja nih. . .!!!” celetukku singkat.
“iya donk. . . sapa lagi atuh santri yang suka nangis minta izin pulang kalau bukan kamu. . . .!!!” ucapnya mengulang perkataan.
“oia. . . afwan ney Alisya, ustadz mo tanya. . .!!!” katanya memulai, namun sedikit ragu terselip dari raut wajahnya.
“ia, sok atuh tadz. . . mo nanya apa. . .?!” singkatku mempersilahkan.
“afwan ney Alisya. . . ustadz mau sedikit nanya tentang Alisya dan Dzikrul sekarang. . .!!”
Sedikit hatikupun bergejolak menahan rasa.
“afwan ya Alisya. . . katanya Dzikrul mau nikah yah??!”
Akupun terpaku tak berkedip menahan gejolak rasa dalam dada, tanya ku sepi dalam asa (DZIKRUL. . . . sudahkah kini kau siap datang untuk meminangku???!)
“enggak. . . enggak kok tadz masih lama. . . kata siapa juga lagi. . .??!” jawabku terperanjat kaget terselip kebahagiaan.
“bukan-bukan. . . maksudnya, katanya Dzikrul mau nikah tapi banyak orang bilang bukan sama kamu. . .! itu bener ga. . .?!”
Matakupun menyeruak dalam kekosongan batin seakan tajamnya pedang Fir’aun menghunus ragaku menusuk hatiku sangat-sangat dalam, merobek-robek kulitku menggerogoti jantung, meluapkan amarah, memecah tangis dalam lara. .  . namun langkahku terus berjalan walau getarannya melumpuhkan raga.
Sepiku dalam keheningan menerobos imajinasi yang terus membuncah. Beribu pertanyaan menyeruak dalam dada, benarkah itu. . .??? benarkah itu. . .??? semudah itukah. . .???  kau acuhkan ku dalam penantianku!!!! Kau tinggalkan aku dalam sebuah janji keyakinanmu!!! Kau kubur aku dalam ketidak berdayaanku hidup-hidup saat ini!!! Dimana janji diatas penantianku itu. . . .????!!
***
Akupun tak goyah dalam pijakanku begitu saja. . . tak padam dalam penglihatanku. . . memastikan semua kabar yang tersurat dilayar komputerku, ku cari dan terus ku cari semua berita yang tersebar, ku konfirmasikan semua data yang ada, waktu terus ku terobos dengan langkah kaki penuh gejolak.
Malampun kembali pekat laksana rembulan datang terangi setiap pojok kegelapan, berhembuskan dinginnya angin yang menerobos memasuki jendela kaca yang terbuka lebar.
Tersadarkan ku dari lamunanku satu email pun masuk dalam layar komputerku tertanda NIZAM. . . seorang pelajar yaman yang diberangkatkan pada tahun yang sama bersama dzikrul. . .

Judul   : _
Isi       : assalamualaikum ya ikhwati from indunisiy. . .
          Tak banyak kabar yang dapat aku sampaikan, namun dari data yang telah ada,
          Dzikrul telah menyelesaikan studynya jauh empat bulan yang lalu dan dua minggu kemudian setelah kedatangannya, ia melangsungkan pernikahannya dengan wanita muda berusia 15 tahun, wanita cantik yang telah menyelesaikan sekolah paket dan hifdzul Qurannya di Indonesia. . .  hubungan ini terikat atas permintaan orang tua wanita yang meminta Dzikrul untuk menjadi menantunya, setelah ia menyelesaikan Study nya.

Matakupun menyeruak kaget terperanjat perih. . . . . . . . tak dapat terbendung lagi lautan tangis yang meluap-luap. . . gejolak emosi yang mencabik-cabik. . . DZIKRUL. . .???! Benarkah itu????? Fana ku rasa bagai bentangan padang pasir penuh debu kerikil, tak ada satupun yang dapat sejukkan hati ini sesaat. . .
Apakah arti dan maksud dari penantianku selama ini. . .????? kekecewaanku penuh redam, terombang-ambing ombak dilautan lepas. . . hela nafasku seakan tak ada artinya lagi bagiku. . .
***
Putusku dalam asa tak terpungkiri lagi. . . menatap kedua orang tuaku yang ikut merasakan kepahitan ku saat ini, gejolak kecewa, kebencian belum habis dalam raut wajahnya, setelah untaian kata ku ucapkan di malam itu. . .
Apakah arti keluarga ku saat itu di matamu. . . saat dimana keluargaku mengantarkan kepergianmu penuh haru kebanggaan. Betapa bodohnya diri ini menjaga penantianku selama ini. . . betapa tak bergunanya lagi hidup ini. . . rasa penuh amarah, kecemburuan, kekesalan, kebencian menutup otak dan kalbuku.
Kau yang ku cinta jauh melukaiku. . . kau yang ku tunggu jauh meninggalkanku. . . kau yang ku sayang jauh mencampakkanku. . . aku yang terbuang dalam detik penantianku. . .
***
Saat ini langit mendung, rintikan hujan perlahan jatuh membasahi. . . hembusan angin lembut perlahan membelai raga ini yang masih saja terdiam dalam lamunan. . . mencoba tuk terus bangkit dalam ketidak berdayaan yang lalu-lalu. . .
Kulihat sekeliling sepi hanya satu suara yang terdengar begitu saja dari inbox ponselku, terselip satu nomor baru yang tak ku kenali.


Assalamualaikum. . .
Untuk alisya terkasih. . . wahai wanita yang lembut hatinya. . . dalam kataku ku uraikan beribu-ribu maaf maaf untuk mu. . . beribu hilafku padamu, begitu bodohnya diri ini mengucap janji!! Dan mungkin kini kau telah tahu bagaimana keadaanku saat ini, tak ada kata lain yang dapat ku ucapkan selain kata maafku untuk mu, kecuali kau dapat bersedia menjadi istri keduaku tuk dapat menebus janji-janjiku yang telah terucap. . .

Belum kering lukaku disini, namun kau taburkan garam begitu saja dengan mudahnya. . . tidakkah sedikitpun kau pernah berfikir. . .???? tidakkah sedikitpun kau menyadari. . .??? tidakkah pernah sedikitpun kau coba tuk merasakan. . .????
Semudah itukah kau ucapkan kata itu. . . setelah sekian lama derita penantianku ini, dengan mudahnya kau tawarkan istri kedua pada diri ini. . . begitu bodohnyakah dirimu. . . dan begitu hinanyakah diri ini di matamu. . .
Cukup. . . cukupkan aku pada detik ini. . . bahwa kau adalah orang yang salah untuk diriku. . . tak ada gunanya lagi tangis yang ku kucurkan di hadapanmu, kau bukanlah segalanya dalam hidup ini.
***
Heningku bersimpuh di gelapnya malam, seakan lama diri ini tak pernah mengingatmu Tuhan. . . tangisku pecah dalam kesendirian. . .

Tuhan. . .
Pintaku dilarutnya mala ini,
Hapus semua kebencianku padanya. . .
Hapus semua rasa cintaku yang teramat sangat, padanya. . .
Cukupkan cinta ini hanya untu-Mu,
Ya Raab. . .
Rengkuh aku dalam kelembutan kasih sayang-Mu,
Di saat hati ini rapuh dan tak terarah. . .
Yakinkan hati ini,
Semua takdirku, jodohku. . . hidupku. . . Kaulah yang menghendakinya. . .
Aku hanyalah hamba-Mu yang penuh hilaf dan dosa,
Amiin. . . ya Mujibatuddu’a. . .

Pecahku dalam tangis, berharap semuanya akan baik-baik saja. . .
***

*Penulis adalah alumni SMA Manba'ul Ulum Asshiddiqiyah Kota Tangerang

Kamis, 22 Desember 2011

MEMAHAMI REMAJA DARI BERBAGAI PERSPEKTIF KAJIAN SOSIOLOGIS

MEMAHAMI REMAJA DARI BERBAGAI PERSPEKTIF KAJIAN SOSIOLOGIS

Oleh : Bagong Suyatno
Dosen FISIP Univesitas Airlangga

Ketika jaman berubah dengan cepat, salah satu kelompok yang rentan untuk ikut terbawa arus adalah para remaja. Kenapa? Tak lain karena mereka memiliki karakteristik tersendiri yang unik: labil, sedang pada taraf mencari identitas, mengalami masa transisi dari remaja menuju status dewasa, dan sebagainya.

Di berbagai kota besar, sudah menjadi pengetahuan umum bahwa ulah remaja belakangan ini makin mengerikan dan mencemaskan masyarakat. Mereka tidak lagi sekadar terlibat dalam aktivitas nakal seperti membolos sekolah, merokok, minum-minuman keras, atau menggoda lawan jenisnya, tetapi tak jarang mereka terlibat dalam aksi tawuran layaknya preman atau terlibat dalam penggunaan napza, terjerumus dalam kehidupan seksual pranikah, dan berbagai bentuk perilaku menyimpang lainnya. Di Surabaya, misalnya sebagian besar SMU dilaporkan pernah mengeluarkan siswanya lantaran tertangkap basah menyimpan dan menikmati benda haram tersebut. Sementara itu, di sejumlah kos-kosan, tak jarang ditemukan kasus beberapa ABG menggelar pesta putauw atau narkotika hingga ada salah satu korban tewas akibat over dosis.

Secara sosiologis, remaja umumnya memang amat rentan terhadap pengaruh-pengaruh eksternal. Karena proses pencarian jati diri, mereka mudah sekali terombang-ambing, dan masih merasa sulit menentukan tokoh panutannya. Mereka juga mudah terpengaruh oleh gaya hidup masyarakat di sekitarnya. Karena kondisi kejiwaan yang labil, remaja mudah terpengaruh dan labil. Mereka cenderung mengambil jalan pintas dan tidak mau pusing-pusing memikirkan dampak negatifnya. Di berbagai komunitas dan kota besar yang metropolitan, jangan heran jika hura-hura, seks bebas, menghisap ganja dan zat adiktif lainnya cenderung mudah menggoda para remaja. Siapakah yang harus dipersalahkan tatkala kita menjumpai remaja yang terperosok pada perilaku yang menyimpang dan melanggar hukum atau paling tidak melanggar tata tertib yang berlaku di masyarakat?

Dalam hal ini, ada sejumlah pandangan dan teori yang dapat digunakan untuk memahami kehidupan remaja.

Teori "Differential Association"
Teori ini dikembangkan oleh E. Suthedand yang didasarkan pada arti penting proses belajar. Menurut Sutherland perilaku menyimpang yang dilakukan remaja sesungguhnya merupakan sesuatu yang dapat dipelajari. Asumsi yang melandasinya adalah 'a criminal act occurs when situation apropriate for it, as defined by the person, is present' (Rose Gialombardo; 1972). Selanjutnya menurut Sutherland perilaku menyimpang dapat ditinjau melalui sejumlah proposisi guna mencari akar permasalahan dan memahami dinamika perkembangan perilaku. Proposisi tersebut antara lain: Pertama, perilaku remaja merupakan perilaku yang dipelajari secara negatif dan berarti perilaku tersebut tidak diwarisi (genetik). Jika ada salah satu anggota keluarga yang berposisi sebagai pemakai maka hal tersebut lebih mungkin disebabkan karena proses belajar dari obyek model dan bukan hasil genetik. Kedua, perilaku menyimpang yang dilakukan remaja dipelajari melalui proses interaksi dengan orang lain dan proses komunikasi dapat berlangsung secara lisan dan melalui bahasa isyarat. Ketiga, proses mempelajari perilaku biasanya terjadi pada kelompok dengan pergaulan yang sangat akrab. Remaja dalam pencarian status senantiasa dalam situasi ketidaksesuaian baik secara biologis maupun psikologis. Untuk mengatasi gejolak ini biasanya mereka cenderung untuk kelompok di mana ia diterima sepenuhnya dalam kelompok tersebut. Termasuk dalam hal ini mempelajari norma-norma dalam kelompok. Apabila kelompok tersebut adalah kelompok negatif niscaya ia harus mengikuti norma yang ada. Keempat, apabila perilaku menyimpang remaja dapat dipelajari maka yang dipelajari meliputi: teknik melakukannya, motif atau dorangan serta alasan pembenar termasuk sikap. Kelima, arah dan motif serta dorongan dipelajari melalui definisi dari peraturan hukum. Dalam suatu masyarakat terkadang seseorang dikelilingi oleh orang-orang yang secara bersamaan memandang hukum sebagai sesuatu yang perlu diperhatikan dan dipatuhi. Tetapi kadang sebaliknya, seseorang dikelilingi oleh orang-orang yang memandang bahwa hukum sebagai sesuatu yang memberikan paluang dilakukannya perilaku menyimpang. Penerapan hukum dan wibawa aparat yang rendah membuat orang memandang bahwa apa yang dilakukannya bukan merupakan pelanggaran yang berat.

Keenam, seseorang menjadi delinkuen karena ekses dari pola pikir yang lebih memandang aturan hukum sebagai pemberi peluang dilakukannya penyimpangan daripada melihat hukum sebagai sesuatu yang harus diperhatikan dan dipatuhi. Ketujuh, diferential association bervariasi dalam hal frekuensi, jangka waktu, prioritas dan intensitasnya. Delapan, proses mempelajari perilaku menyimpang yang dilakukan remaja menyangkut seluruh mekanisme yang lazim terjadi dalam proses belajar. Terdapat stimulus-stimulus seperti: keluarga yang kacau, depresi, dianggap berani oleh teman dan sebagainya merupakan sejumlah eleman yang memperkuat respon. Sembilan, perilaku menyimpang yang dilakukan remaja merupakan pernyataan akan kebutuhan dan dianggap sebagai nilai yang umum.
 
Teori Anomie
Teori ini dikemukakan oleh Robert. K. Merton dan berorientasi pada kelas. Konsep anomi sendiri diperkenalkan oleh seorang sosiolog Perancis yaitu Emile Durkheim (1893), yang mendefinisikan sebagai keadaan tanpa norma (deregulation) di dalam masyarakat. Keadaan deregulation atau normlessness tersebut kemudian menimbulkan perilaku deviasi. Oleh Merton konsep ini selanjutnya diformulasikan untuk menjelaskan keterkaitan antara kelas sosial dengan kecenderungan adaptasi sikap dan perilaku kelompok. Dalam teorinya Merton mencoba menjelaskan perilaku deviasi dengan membagi norma sosial menjadi 2 (dua) jenis yaitu tujuan sosial (sociate goals) dan sarana yang tersedia (means). Dalam perkembangannya konsep anomi mengalami perubahan yakni adanya pembagian antara tujuan dan sarana dalam masyarakat yang terstruktur. Adanya perbedaan kelas sosial menimbulkan adanya perbedaan tujuan dan sarana yang dipilih. Dengan kata lain struktur sosial yang berbeda-beda-dalam bentuk kelas menyebabkan adanya perbedaan kesempatan untuk mencapai tujuan. Kelompok masyarakat kelas bawah (lower class) misalnya memiliki kesempatan yang lebih kecil dibandingkan dengan kelompok masyarakat kelas atas. Keadaan tersebut yakni tidak meratanya kesempatan dan sarana serta perbedaan struktur kesempatan selanjutnya menimbulkan frustrasi di kalangan anggota masyarakat. Dengan demikian ketidakpuasan, frustrasi, konflik, depresi, dan penyimpangan perilaku muncul sebagai akibat kurangnya atau tidak adanya kesempatan untuk mencapai tujuan. Situasi ini menyebabkan suatu keadaan di mana anggota masyarakat tidak lagi memiliki ikatan yang kuat terhadap tujuan dan sarana yang telah melembaga kuat dalam masyarakat.

Dalam kontaks ini selanjutnya Robert K. Merton mengemukakan 5 (lima) bentuk kemungkinan adaptasi yang dilakukan setiap anggota kelompok masyarakat berkaitan dengan tujuan (goals) dan tata cara yang telah membudaya (means). Pertama, konformitas (conformity), yaitu suatu keadaan di mana anggota masyarakat tetap menerima tujuan dan sarana yang terdapat dalam masyarakat sebab adanya tekanan moral yang melingkupinya. Kedua, inovasi (inovation) terjadi manakala tujuan yang terdapat dalam masyarakat diakui dan dipertahankan tetapi dilakukan perubahan sarana yang dipergunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan tersebut. Ketiga, ritualisme (ritualism) adalah suatu keadaan di mana warga masyarakat menolak tujuan yang telah ditetapkan namun masih tetap memilih sarana atau tata cara yang telah ditentukan. Keempat, penarikan diri (retreatisme) merupakan keadaan di mana warga masyarakat menolak tujuan dan sarana yang telah tersedia dalam masyarakat. Retreatisme ini mencerminkan mereka-mereka yang terlempar dari kehidupan masyarakat, termasuk diantaranya adalah pengguna alkohol (alkoholik) dan penyalahguna/pemakai narkoba. Kelima, pemberontak (rebellion), yakni suatu keadaan di mana tujuan dan sarana yang terdapat dalam masyarakat ditolak serta berupaya untuk mengganti dan mengubah seluruhnya.

Berkaitan dengan perilaku menyimpang yang dilakukan remaja selanjutnya dapat dikemukakan bahwa teori ini lebih memfokuskan pada kesalahan atau 'penyakit' dalam struktur sosial sebagai penyebab terjadinya kasus perilaku menyimpang remaja. Teori ini juga menjelaskan adanya tekanan-tekanan yang terjadi dalam masyarakat sehingga menyebabkan munculnya perilaku menyimpang (deviance).
 
Teori Kenakalan Remaja oleh Albert K. Cohen
Fokus perhatian teori ini terarah pada suatu pemahaman bahwa perilaku delinkuen banyak terjadi di kalangan laki-laki kelas bawah yang kemudian membentuk 'gang'. Perilaku delinkuen merupakan cermin ketidakpuasan terhadap norma dan nilai kelompok kelas menengah yang cenderung mendominasi. Karena kondisi sosial ekonomi yang ada dipandang sebagai kendala dalam upaya mereka untuk mencapai tujuan sesuai dengan keinginan mereka sehingga menyebabkan kelompok usia muda kelas bawah ini mengalami 'status frustration'. Menurut Cohen para remaja umumnya mencari status. Tetapi tidak semua remaja dapat melakukannya karena adanya perbedaan dalam struktur sosial.
Remaja dari kelas bawah cenderung tidak memiliki materi dan keuntungan simbolis. Selama mereka berlomba dengan remaja kelas menengah kemudian banyak yang mengalami kekecewaan. Akibat dari situasi ini anak-anak tersebut banyak yang membentuk 'gang' dan melakukan perilaku menyimpang yang bersifat 'non multilitarian, nonmalicious and nonnegativistick'. Cohen melihat bahwa perilaku delinkuen merupakan bentukan dari subkulktur terpisah dari sistem tata nilai yang berlaku pada masyarakat luas. Subkultur merupakan sesuatu yang diambil dari norma budaya yang lebih besar tetapi kemudian dibelokkan secara berbalik dan berlawanan arah. Perilaku delinkuen selanjutnya dianggap benar oleh sistem tata nilai sub budaya mereka, sementara perilaku tersebut dianggap keliru oleh norma budaya yang lebih besar dan berlaku di masyarakat.
 
Teori Perbedaan Kesempatan dari Cloward dan Ohlin
Menurut Cloward dan Ohlin terdapat lebih dari satu cara bagi para remaja untuk mencapai aspirasinya. Pada masyarakat urban yang merupakan wilayah kelas bawah terdapat berbagai kesempatan yang sah, yang dapat menimbulkan berbagai kesempatan. Dengan demikian kedudukan dalam masyarakat menentukan kemampuan untuk berpartisipasi dalam mencapai sukses baik melalui kesempatan konvensional maupun kesempatan kriminal.

Menunit Cloward dan Ohlin terdapat 3 jenis sub kultur tipe "gang" kenakalan remaja. Pertama, criminal subculture, bilamana masyarakat secara penuh berintegrasi, gang akan berlaku sebagai kelompok para remaja yang belajar dari orang dewasa. Hal ini berkaitan dengan organisasi kriminal.
Kriminal sub kultur lebih menekankan pada aktivitas yang menghasilkan keuntungan materi dan berusaha menghindari kekerasan. Kedua, a retreatist subculture. Sub kultur jenis ini lebih banyak melakukan kegiatan mabuk-mabukan dan aktivitas gang lebih mengutamakan pencarian uang untuk tujuan mabuk-mabukan termasuk juga melakukan konsumsi terhadap NAPZA. Ketiga, conflict sub culture. Dalam masyarakat yang tidak terintegrasi akan menyebabkan lemahnya organisasi. Gang tipe ini akan memperlihatkan perilaku yang bebas. Kekerasan, perampasan, hak milik dan perilaku lain menjadi tanda gang tersebut. Para remaja akan melakukan kenakalan jika menghadapi keadaan tegang, menghadapi tekanan-tekanan serta keadaan yang tidak normal.
 
Teori Netralisasi yang dikembangkan oleh Matza dan Sykes
Menurut teori ini orang yang melakukan perilaku menyimpang disebabkan adanya kecenderungan untuk merasionalkan norma-norma dan nilai-nilai menurut persepsi dan kepentingan mereka sendiri. Penyimpangan perilaku dilakukan dengan cara mengikuti arus pelaku lainnya melalui sebuah proses pembenanan (netralisasi). Berbagai bentuk netralisasi yang muncul pada orang yang melakukan perilaku menyimpang. Pertama, the denial of responsibility, mereka menganggap dirinya sebagai korban dan tekanan-tekanan sosial, misalnya kurangnya kasih sayang, pergaulan dan lingkungan yang kurang baik dan sebagainya. Kedua, the denial of injury, mereka berpandangan bahwa perbuatan yang dilakukan tidak mengakibatkan kerugian besar di masyarakat. Ketiga, the denial of victims, mereka biasanya menyebut dirinya sebagai pahlawan atau the evenger, dan menganggap dirinya sebagai orang yang baik dan berada. Keempat condemnation of the condemnesr, mereka beranggapan bahwa orang yang mengutuk perbuatan mereka adalah orang yang munafik, hipokrit atau pelaku kejahatan terselubung. Kelima, appeal to higher loyalitiy, mereka beranggapan bahwa dirinya terperangkap antara kemauan masyarakat luas dan hukum dengan kepentingan kelompok kecil atau minoritas darimana mereka berasal atau tergabung misalnya kelompok gang atau saudara kandung.
 
Teori Kontrol
Teori ini beranggapan bahwa individu dalam masyarakat mempunyai kecenderungan yang sama kemungkinannya yakni tidak melakukan penyimpangan perilaku (baik) dan berperilaku menyimpang (tidak baik). Baik tidaknya perilaku individu sangat bergantung pada kondisi masyarakatnya. Artinya perilaku baik dan tidak baik diciptakan oleh masyarakat sendiri (Hagan, 1987). Selanjutnya penganut paham ini berpendapat bahwa ikatan sosial seseorang dengan masyarakat dipandang sebagai faktor pencegah timbulnya perilaku menyimpang termasuk penyalahgunaan narkotika, alkohol dan zat adiktif lainnya.

Seseorang yang terlepas ikatan sosial dengan masyarakatnya akan cenderung berperilaku bebas untuk melakukan penyimpangan. Manakala dalam masyarakat lembaga kontrol sosial tidak berfungsi secara maksimal niscaya akan mengakibatkan melemahnya atau terputusnya ikatan sosial anggota masyarakat dengan masyarakat secara keseluruhan dan akibatnya anggota masyarakat akan leluasa untuk melakukan perilaku menyimpang. Menurut Hirsehi (1988) terdapat 4 (empat) unsur dalam ikatan sosial antara lain:
Pertama, attachment, mengacu pada kemampuan seseorang untuk melibatkan dirinya terhadap orang lain. Jika attachment sudah terbentuk maka seseorang akan peka terhadap pikiran, perasaan dan kehendak orang lain. Terdapat 2 jenis attachment yaitu total dan partial. Attachment total jika seseorang berhasil melepas rasa ego dalam dirinya sehingga yang muncul adalah rasa kebersamaan. Rasa kebersamaan ini kemudian mendorong seseorang untuk mentaati aturan sebab jika melanggar berarti menyakiti orang lain.

Sedangkan attachment partial merupakan hubungan seseorang dengan orang lain, di mana hubungan tersebut tidak didasarkan pada peleburan ego dengan orang lain tetapi karena hadirnya yang lain yang mengawasi. Dengan demikian attachment total akan mencegah hasrat seseorang untuk melakukan deviasi perilaku. Sedangkan attachment partial akan menimbulkan kepatuhan ketika ada orang lain yang mengawasi.
Kedua, commitment, mengacu pada keterikatan seseorang pada subsistem konvensional seperti lembaga, sekolah, pekerjaan, organisasi dan sebagainya. Perhitungan untung rugi keterlibatan seseorang dalam perilaku menyimpang sangat diperhatikan. Artinya ketika lembaga atau pekerjaan memberikan manfaat dan keuntungan bagi seseorang maka kecil kemungkinan untuk melakukan perilaku menyimpang.
Ketiga, involvement, mengacu pada suatu pemikiran bahwa apabila seseorang disibukkan atau berperan aktif dalam berbagai kegiatan konvensional atau pekerjaan maka ia tidak akan sempat berpikir apalagi terlibat dalam perilaku menyimpang.
Keempat, beliefs, mengacu pada kepercayaan atau keyakinan seseorang pada nilai atau kaidah kemasyarakatan yang berlaku. Kepercayaan terhadap norma atau aturan yang ada akan sangat mempengaruhi seseorang bertindak mematuhi atau melawan peraturan yang ada.

Menurut Hirschi keempat unsur ikatan sosial tersebut harus terbentuk dalam masyarakat. Jika unsur-unsur tersebut tidak terbentuk maka penyimpangan perilaku termasuk penyalahgunaan berbagai jenis narkotika, alkohol dan zat adiktif lainnya berpeluang besar untuk dilakukan oleh masyarakat luas khususnya anggota masyarakat pada usia remaja atau dewasa awal.
 
Catatan Penutup

Perspektif atau teori manakah yang paling tepat dipergunakan untuk memahami kehidupan remaja, sudah tentu tergantung pada konteks dan cara pandang yang kita pakai. Tetapi, terlepas dari itu semua, yang penting bahwa untuk memahami dunia remaja yang dibutuhkan adalah kesediaan kita untuk berempati dan mengerti apa sebetulnya keinginan, harapan, idiom, dan dunia kehidupan mereka. Tanpa adanya pemahaman yang mendalam terhadap kehidupan remaja, niscaya yang kita lakukan hanyalah aksi-aksi untuk menghakimi atau sekadar menyalahkan mereka sebagai anak nakal yang tak patuh pada nasehat orang tua (***).

Psikologi Remaja, Karakteristik dan Permasalahannya

Masa yang paling indah adalah masa remaja.
Masa yang paling menyedihkan adalah masa remaja.
Masa yang paling ingin dikenang adalah masa remaja.
Masa yang paling ingin dilupakan adalah masa remaja.
Remaja
Remaja

Menurut Hurlock (1981) remaja adalah mereka yang berada pada usia 12-18 tahun. Monks, dkk (2000) memberi batasan usia remaja adalah 12-21 tahun. Menurut Stanley Hall (dalam Santrock, 2003) usia remaja berada pada rentang 12-23 tahun. Berdasarkan batasan-batasan yang diberikan para ahli, bisa dilihat bahwa mulainya masa remaja relatif sama, tetapi berakhirnya masa remaja sangat bervariasi. Bahkan ada yang dikenal juga dengan istilah remaja yang diperpanjang, dan remaja yang diperpendek.
Remaja adalah masa yang penuh dengan permasalahan. Statemen ini sudah dikemukakan jauh pada masa lalu yaitu di awal abad ke-20 oleh Bapak Psikologi Remaja yaitu Stanley Hall. Pendapat Stanley Hall pada saat itu yaitu bahwa masa remaja merupakan masa badai dan tekanan (storm and stress) sampai sekarang masih banyak dikutip orang.
Menurut Erickson masa remaja adalah masa terjadinya krisis identitas atau pencarian identitas diri. Gagasan Erickson ini dikuatkan oleh James Marcia yang menemukan bahwa ada empat status identitas diri pada remaja yaitu identity diffusion/ confussion, moratorium, foreclosure, dan identity achieved (Santrock, 2003, Papalia, dkk, 2001, Monks, dkk, 2000, Muss, 1988). Karakteristik remaja yang sedang berproses untuk mencari identitas diri ini juga sering menimbulkan masalah pada diri remaja.
Gunarsa (1989) merangkum beberapa karakteristik remaja yang dapat menimbulkan berbagai permasalahan pada diri remaja, yaitu:
  1. Kecanggungan dalam pergaulan dan kekakuan dalam gerakan.
  2. Ketidakstabilan emosi.
  3. Adanya perasaan kosong akibat perombakan pandangan dan petunjuk hidup.
  4. Adanya sikap menentang dan menantang orang tua.
  5. Pertentangan di dalam dirinya sering menjadi pangkal penyebab pertentangan-pertentang dengan orang tua.
  6. Kegelisahan karena banyak hal diinginkan tetapi remaja tidak sanggup memenuhi semuanya.
  7. Senang bereksperimentasi.
  8. Senang bereksplorasi.
  9. Mempunyai banyak fantasi, khayalan, dan bualan.
  10. Kecenderungan membentuk kelompok dan kecenderungan kegiatan berkelompok.
Berdasarkan tinjauan teori perkembangan, usia remaja adalah masa saat terjadinya perubahan-perubahan yang cepat, termasuk perubahan fundamental dalam aspek kognitif, emosi, sosial dan pencapaian (Fagan, 2006). Sebagian remaja mampu mengatasi transisi ini dengan baik, namun beberapa remaja bisa jadi mengalami penurunan pada kondisi psikis, fisiologis, dan sosial. Beberapa permasalahan remaja yang muncul biasanya banyak berhubungan dengan karakteristik yang ada pada diri remaja. Berikut ini dirangkum beberapa permasalahan utama yang dialami oleh remaja.

Permasalahan Fisik dan Kesehatan
Permasalahan akibat perubahan fisik banyak dirasakan oleh remaja awal ketika mereka mengalami pubertas. Pada remaja yang sudah selesai masa pubertasnya (remaja tengah dan akhir) permasalahan fisik yang terjadi berhubungan dengan ketidakpuasan/ keprihatinan mereka terhadap keadaan fisik yang dimiliki yang biasanya tidak sesuai dengan fisik ideal yang diinginkan. Mereka juga sering membandingkan fisiknya dengan fisik orang lain ataupun idola-idola mereka. Permasalahan fisik ini sering mengakibatkan mereka kurang percaya diri. Levine & Smolak (2002) menyatakan bahwa 40-70% remaja perempuan merasakan ketidakpuasan pada dua atau lebih dari bagian tubuhnya, khususnya pada bagian pinggul, pantat, perut dan paha. Dalam sebuah penelitian survey pun ditemukan hampir 80% remaja ini mengalami ketidakpuasan dengan kondisi fisiknya (Kostanski & Gullone, 1998). Ketidakpuasan akan diri ini sangat erat kaitannya dengan distres emosi, pikiran yang berlebihan tentang penampilan, depresi, rendahnya harga diri, onset merokok, dan perilaku makan yang maladaptiv (& Shaw, 2003; Stice & Whitenton, 2002). Lebih lanjut, ketidakpuasan akan body image ini dapat sebagai pertanda awal munculnya gangguan makan seperti anoreksia atau bulimia (Polivy & Herman, 1999; Thompson et al).
Dalam masalah kesehatan tidak banyak remaja yang mengalami sakit kronis. Problem yang banyak terjadi adalah kurang tidur, gangguan makan, maupun penggunaan obat-obatan terlarang. Beberapa kecelakaan, bahkan kematian pada remaja penyebab terbesar adalah karakteristik mereka yang suka bereksperimentasi dan berskplorasi.

Permasalahan Alkohol dan Obat-Obatan Terlarang
Penggunaan alkohol dan obat-obatan terlarang akhir-akhir ini sudah sangat memprihatinkan. Walaupun usaha untuk menghentikan sudah digalakkan tetapi kasus-kasus penggunaan narkoba ini sepertinya tidak berkurang. Ada kekhasan mengapa remaja menggunakan narkoba/ napza yang kemungkinan alasan mereka menggunakan berbeda dengan alasan yang terjadi pada orang dewasa. Santrock (2003) menemukan beberapa alasan mengapa remaja mengkonsumsi narkoba yaitu karena ingin tahu, untuk meningkatkan rasa percaya diri, solidaritas, adaptasi dengan lingkungan, maupun untuk kompensasi.
  • Pengaruh sosial dan interpersonal: termasuk kurangnya kehangatan dari orang tua, supervisi, kontrol dan dorongan. Penilaian negatif dari orang tua, ketegangan di rumah, perceraian dan perpisahan orang tua.
  • Pengaruh budaya dan tata krama: memandang penggunaan alkohol dan obat-obatan sebagai simbol penolakan atas standar konvensional, berorientasi pada tujuan jangka pendek dan kepuasan hedonis, dll.
  • Pengaruh interpersonal: termasuk kepribadian yang temperamental, agresif, orang yang memiliki lokus kontrol eksternal, rendahnya harga diri, kemampuan koping yang buruk, dll.
  • Cinta dan Hubungan Heteroseksual
  • Permasalahan Seksual
  • Hubungan Remaja dengan Kedua Orang Tua
  • Permasalahan Moral, Nilai, dan Agama
Lain halnya dengan pendapat Smith & Anderson (dalam Fagan,2006), menurutnya kebanyakan remaja melakukan perilaku berisiko dianggap sebagai bagian dari proses perkembangan yang normal. Perilaku berisiko yang paling sering dilakukan oleh remaja adalah penggunaan rokok, alkohol dan narkoba (Rey, 2002). Tiga jenis pengaruh yang memungkinkan munculnya penggunaan alkohol dan narkoba pada remaja:
Salah satu akibat dari berfungsinya hormon gonadotrofik yang diproduksi oleh kelenjar hypothalamus adalah munculnya perasaan saling tertarik antara remaja pria dan wanita. Perasaan tertarik ini bisa meningkat pada perasaan yang lebih tinggi yaitu cinta romantis (romantic love) yaitu luapan hasrat kepada seseorang atau orang yang sering menyebutnya “jatuh cinta”.
Santrock (2003) mengatakan bahwa cinta romatis menandai kehidupan percintaan para remaja dan juga merupakan hal yang penting bagi para siswa. Cinta romantis meliputi sekumpulan emosi yang saling bercampur seperti rasa takut, marah, hasrat seksual, kesenangan dan rasa cemburu. Tidak semua emosi ini positif. Dalam suatu penelitian yang dilakukan oleh Bercheid & Fei ditemukan bahwa cinta romantis merupakan salah satu penyebab seseorang mengalami depresi dibandingkan dengan permasalahan dengan teman.
Tipe cinta yang lain adalah cinta kasih sayang (affectionate love) atau yang sering disebut cinta kebersamaan yaitu saat muncul keinginan individu untuk memiliki individu lain secara dekat dan mendalam, dan memberikan kasih sayang untuk orang tersebut. Cinta kasih sayang ini lebih menandai masa percintaan orang dewasa daripada percintaan remaja.
Dengan telah matangnya organ-organ seksual pada remaja maka akan mengakibatkan munculnya dorongan-dorongan seksual. Problem tentang seksual pada remaja adalah berkisar masalah bagaimana mengendalikan dorongan seksual, konflik antara mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan, adanya “ketidaknormalan” yang dialaminya berkaitan dengan organ-organ reproduksinya, pelecehan seksual, homoseksual, kehamilan dan aborsi, dan sebagainya (Santrock, 2003, Hurlock, 1991).
Diantara perubahan-perubahan yang terjadi pada masa remaja yang dapat mempengaruhi hubungan orang tua dengan remaja adalah : pubertas, penalaran logis yang berkembang, pemikiran idealis yang meningkat, harapan yang tidak tercapai, perubahan di sekolah, teman sebaya, persahabatan, pacaran, dan pergaulan menuju kebebasan.
Beberapa konflik yang biasa terjadi antara remaja dengan orang tua hanya berkisar masalah kehidupan sehari-hari seperti jam pulang ke rumah, cara berpakaian, merapikan kamar tidur. Konflik-konflik seperti ini jarang menimbulkan dilema utama dibandingkan dengan penggunaan obat-obatan terlarang maupun kenakalan remaja.
Beberapa remaja juga mengeluhkan cara-cara orang tua memperlakukan mereka yang otoriter, atau sikap-sikap orang tua yang terlalu kaku atau tidak memahami kepentingan remaja.
Akhir-akhir ini banyak orang tua maupun pendidik yang merasa khawatir bahwa anak-anak mereka terutama remaja mengalami degradasi moral. Sementara remaja sendiri juga sering dihadapkan pada dilema-dilema moral sehingga remaja merasa bingung terhadap keputusan-keputusan moral yang harus diambilnya. Walaupun di dalam keluarga mereka sudah ditanamkan nilai-nilai, tetapi remaja akan merasa bingung ketika menghadapi kenyataan ternyata nilai-nilai tersebut sangat berbeda dengan nilai-nilai yang dihadapi bersama teman-temannya maupun di lingkungan yang berbeda.
Pengawasan terhadap tingkah laku oleh orang dewasa sudah sulit dilakukan terhadap remaja karena lingkungan remaja sudah sangat luas. Pengasahan terhadap hati nurani sebagai pengendali internal perilaku remaja menjadi sangat penting agar remaja bisa mengendalikan perilakunya sendiri ketika tidak ada orang tua maupun guru dan segera menyadari serta memperbaiki diri ketika dia berbuat salah.
Dari beberapa bukti dan fakta tentang remaja, karakteristik dan permasalahan yang menyertainya, semoga dapat menjadi wacana bagi orang tua untuk lebih memahami karakteristik anak remaja mereka dan perubahan perilaku mereka. Perilaku mereka kini tentunya berbeda dari masa kanak-kanak. Hal ini terkadang yang menjadi stressor tersendiri bagi orang tua. Oleh karenanya, butuh tenaga dan kesabaran ekstra untuk benar-benar mempersiapkan remaja kita kelak menghadapi masa dewasanya.

REFERENSI :
Choate, L.H. (2007). Counseling Adolescent Girls for Body Image Resilience: Strategi for School Counselors. Profesional School Counseling. Alexandria: Feb 2007. Vol. 10, Iss. 3; pg. 317, 10 pgs. Diakses melalui http://ezproxy.match.edu/menu pada 9 Mei 2008
Fagan, R. (2006). Counseling and Treating Adolescents with Alcohol and Other Substance Use Problems and their Family. The Family Journal: Counseling therapy For Couples and Families. Vol.14. No.4.326-333. Sage Publication diakses melalui http://tfj.sagepub.com/cgi/reprint/14/4/326 pada 18 April 2008
Gunarsa, S. D. (1989). PsikologiPperkembangan: Anak dan Remaja. Jakarta: BPK. Gunung Mulia.
Hurlock, E.B. (1991). Psikolgi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan (Terjemahan oleh Istiwidayanti dan Soedjarwo). Jakarta : Penerbit Erlangga.
Mongks, F. J. , Knoers, A. M. P. , & Haditono, S. R. (2000). Psikologi Perkembangan: Pengantar dalam berbagai bagiannya. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Muss, R. E. , Olds, S. W. , & Fealdman (2001). Human Developmen. Boston: McGraw-Hill Companies.
Rey, J. (2002). More than Just The Blues: Understanding Serious Teenage Problems. Sydney: Simon & Schuster.
Rini, J.F. (2004). Mencemaskan Penampilan. Diakses dari e-psikologi.com pada tanggal 22 April 2006.
Santrok, J. W. (2003). Adolescence (Perkembangan Remaja). Terjemahan. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Setiono, L.H. (2002). Beberapa Permasalahan Remaja. Diakses dari www.e-psikologi.com pada tanggal 22 April 2006.
Tambunan, R. (2001). Diakses dari www.e-psikologi.com pada tanggal 22 April 2006.
Mitos-mitos Seputar “Gak Bakal Hamil”. Diakses dari www.e-psikologi.com pada tanggal 22 April 2006.
Kredit Foto: inmagine.com
 

 Tentang Penulis:

Adib Asrori 
Psikolog & Akupunkturis, juga sebagai tenaga pengajar pada Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang. Menyelesaikan pendidikan sebagai Psikolog, pada Fakultas Psikologi UGM. Saat ini sedang mengembangkan teknik pengobatan Timur dengan pendekatan Psikologi. Cat hobies & sekarang mulai beralih ke hobies ... Selengkapnya »