Selasa, 25 Desember 2012

SEJARAH PERKEMBANGAN AL-QUR'AN



Oleh: Prof. Dr. H. Maragustam Siregar, M.A.

A.    PENGERTIAN DAN LINGKUP PEMBAHASANNYA
Menurut Ash-Shabuni bahwa yang dimaksud Ulum al-Quran  ialah seluruh pembahasan yang berhubungan dengan al-Qur’an al-Majid yang abadi, baik dari segi penyusunanya, pengumpulannya, sistimatikannya, perbedaan antara surat Makiyah dan Madaniyah, pengetahuan tentang nasikh dan mansukh, pembahasan tentang  ayat-ayat  yang  muhkamat  dan  mutasyabihat,  serta  pembahasan-pembahasan lain yang berhubungan dan ada sangkut pautnya dengan al-Qur’an al-’Azim.
Menurut Al-Suyuti dalam kitab Itmamu al-Dimyah: ialah suatu ilmu yang membahas tentang keadaan al-Qur’an dari segi turunnya, sanadnya, adabnya, makna-maknanya baik yang berhubungan dengan lafaz-lafaznya maupun yang berhubungan dengan hukum-hukumnya dan sebagainya. Sedangkan menurut al-Zarqani dalam kitabnya Manahil al-’Irfan fi Ulum al-Qur’an menyebutkan bahwa Ulumul Qur’an ialah pembahasan-pembahasan masalah yang berhungan dengan Al-Qur’an, dari segi turunnya, urut-urutannya, pengumpulannya, penulisannya, bacaannya, mu’jizatnya, nasikh dan mansukhnya, dan bantahan terhadap hal-hal yang bisa menimbulkan kebingungan terhadap Al-Qur’an dan sebagainya. Sementara itu Manna al-Qattan dalam kitabnya Mabahits fi Ulum al-Qur’an merumuskan bahwa Ulumul Qur’an ialah: ilmu yang membahas tentang al-Quran dari segi asbab al-nuzul, pengumpulan Alquran, tartibnya, mengetahui makkiyah dan madaniyah, nasikh-mansukh, muhka- mutasyabih dan lain-lain yang berkaitan dengan Alquran.[1]
Dari berbagai definisi tersebut maka ruang lingkup pembahasan Ulumul Qur’an ialah seluruh cakupan ilmu yang lengkap yang ada hubungannya dengan al-Qur’an berupa ilmu-ilmu agama, seperti ilmu tafsir, maupun ilmu-ilmu bahasa Arab seperti ilmu I’rabil Qur’an. Dia mencakup berbagai cabang ilmu yang bersangkut dengan al-Qur’an, dengan menitik beratkan pada pembahasan masing-masing. Sehubungan dengan ruang lingkup pembahasan Ulumul Qur’an itu luas dan mendalam, maka mempelajari ilmu ini sangat penting artinya, terutama apabila seseorang ingin menafsirkan al-Qur’an.  Tanpa mengetahui ilmu ini maka seseorang dalam menafsirkan al-Qur’an sangat besar kemungkinan akan salah bahkan sesat dan menyesatkan orang lain. Karena dengan ilmu ini, kita mempunyai pengetahuan yang luas tentang al-Qur’an sehingga kemungkinan kita mampu memahami al-Qur’an dengan baik dan sanggup menafsirkan al-Qur’an serta dapat menanggapi dan menangkis berbagai komentar negatif terhadap al-Quran yang sering dilontarkan non muslim (orientalis dan atheis) dengan maksud menodai Kitab Suci ini dan untuk menimbulkan keragu-raguan  aqidah umat Islam terhadap kesucian dan kebenaran al-Qur’an yang menjadi way on life bagi umat Islam di seluruh dunia.
Lebih jelasnya ash-Shabuni menjelaskan tujuan mengetahui ilmu-ilmu al-Qur’an ini ialah (1) Agar dapat memahami Kalam Allah ‘Azza Wajalla, sejalan dengan keterangan dan penjelasan dari Rasulullah SAW., serta sejalan pula dengan keterangan yang dikutip oleh para sahabat dan tabi’in  tentang interpretasi mereka  perihal al-Qur’an. (2) Agar mengetahui cara dan gaya yang dipergunakan oleh para mufassir dalam menafsirkan Al-Qur’an dengan disertai sekedar penjelasan tentang tokoh-tokoh ahli tafsir yang ternama serta kelebihan-kelebihannya. (3). Agar mengetahui persyaratan-persyaratan dalam menafsirkan Al-Qur’an. (4). Dan ilmu-ilmu lain yang dibutuhkan untuk itu.

B.     SEJARAH DAN PERKEMBANGAN Al-QUR’AN[2]
1.      KEADAAN AL-QUR’AN PADA ABAD I DAN II H:
Pada zaman Rasulullah SAW., maupun pada masa berikunya yakni zaman kekhalifahan Abu Bakar dan Umar, ilmu-ilmu al-Qur’an masih diriwayatkan melalui lisan, belum dibukukan. Karena waktu pada masa Nabi dan para sahabatnya tidak ada kebutuhan sama sekali untuk menulis atau mengarang buku-buku tentang ulumul Qur’an. Para sahabat mampu mencema kesusasteraan bermutu tinggi-Mereka dapat memahami ayat-ayat al-Qur’an turun kepada Nabi. Jika menghadapi kesukaran dalam memahami sesuatu mengenai al-Qur’an, mereka menanyakannya langsung kepada beliau. Disamping bahasa Qur’an adalah bahasa mereka sendiri sehingga mereka sudah memahami ayat-ayat Qur’an, juga mereka mengetahui asbab nuzul Qur’an. Ketika masa khalifah Utsman dimana orang Arab mulai bergaul dengan orang-orang non Arab, pada saat itu Utsman memerintahkan supaya kaum muslimin berpegang pada mushaf induk dan membuat reproduksi menjadi beberapa buah naskah untuk dikirim ke daerah-daerah. Bersamaan dengan itu ia memerintahkan supaya membakar semua mushaf lainnya yang ditulis orang menurut caranya masing-masing. Dan tindakan khalifah tersebut merupakan perintisan bagi lahirnya suatu ilmu yang kemudian dinamai “Ilmu Rasmil Qur’an” atau Ilmu Rasmil Utsmani” (Ilmu tentang penulisan al-Qur’an).
Pada masa khalifah Ali, makin bertambah banyak bangsa non Arab yang masuk Islam dan mereka tidak menguasai bahasa Arab, sehingga bisa terjadi salah membaca Al-Qur’an, sebab mereka tidak mengerti i’rabnya, padahal pada waktu tulisan Al-Qur’an belum ada harakatnya, huruf-hurufnya belum pakai titik dan tanda lainnya. Karena itu khalifah Ali r.a. memerintahkan Abul Aswad ad-Duali (wafat tahun 69 H) supaya meletakkan kaidah-kaidah bahasa Arab guna menjadi cocok keasliannya. Dengan perintahnya itu berarti pula Ali bin Abi Thalib r.a. adalah orang yang meletakkan dasar lahimya “Ilmu I’rabil Qur’an”.
Pada abad I dan II H selain Ustman dan Ali, masih terdapat banyak ulama yang diakui sebagai perintis lahirmya yang kemudian hari dinamai Ilmu Tafsir, Ilmu Asbab Al-Nuzul, Ilmu Makky wal Madaniy, Ilmu Nasikh wal Mansukh dan Ilmu Gharibul Qur’an (soal-soal yang memerlukan penta’wilan dan penggalian maknanya). Para perintis ilmu tersebut ialah:
a.       Empat orang Khalifah Rasyidun, Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud, Zaid bin Tsabit, Ubai bin Ka’ab, Abu Musa Al-Asy-ari dan Abdullah bin Zubaik. Mereka itu dari kalangan para sahabat Nabi S.A.W.
b.      Dari kalangan Tabi’in Yaitu Mujahid, ‘Atha bin Yassip, `Ikrimah, Qatadah, Hasan Bashri, dan Zaid bin Aslam. Mereka itu Tabi’in di Madinah.
c.       Malik bin Anas dari kaum Tabi’ut tabi’in (generasi ketiga kaum muslimin). la memperoleh ilmunya dan Zaid bin Aslam.
Pada masa penulisan al-Quran, Ilmu Tafsir berada di atas segala ilmu yang lain, karena ia dipandang sebagai ummul ulumul Qur’aniyah. Di antara ulama yang menekuni dan menulis buku mengenai ilmu tersebut pada abad 11 H ialah:
a.       Syu’bah bin Al-Hajjaj
b.      Sufyan bin `Uyaniah
c.       Waki’ bin AI-Jappah
 Kitab-kitab tafsir yang mereka tulis pada umumnya memuat pendapat­-pendapat para sahabat dan tabi’in. kemudian menyusul Ibnu Jarir at-Thabari yang wafat tahun 310 H. Kitabnya merupakan kitab yang paling bermutu, karena banyak berisi riwayat shahib ditulis dengan rumusan yang baik. Kecuali itu juga berisi I’rab (pramasastra), pengkajian dan pendapat-pendapat yang berharga. Di samping tafsir yang ditulis menurut apa yang dikatakan oleh orang-orang terdahulu, mulai muncul tafsir-tafsir yang ditulis orang berdasarkan akal (ra’yu) atau dengan kata lain muncul tafsir bil-naql dan akal. Ada yang menafsirkan seluruh isi Al-Qur’an, ada yang menafsirkan sebagian saja yakni satu juz, ada yang menafsirkan sebuah surat dan ada pula yang menafsiran hanya satu atau bebera ayat khusus, seperti ayat-ayat yang berkaitan dengan hukum.
2.      KEADAAN ULUMUL QUR’AN PADA ABAD III H
Pada abad III H selain Tafsir dan Ilmu Tafsir, para ulama mulai menyusun pula beberapa ilmu al-Qur’an yaitu .
a.       `All bin al-Madani (w.234 H) menyusun Ilmu Asbab al-Nuzul.
b.      Abu ‘Ubaid al-Qasim bin Salah (w.224 H) menyusun ilmu Nasikh wal Mansukh dan Ilmu Qiraat, dan Fadha’ilul Qur’an.
c.       Muhammad bin Ayyub adh-Dharris (w.294 H) menyusun ilmu Makkiy wal Madaniy.
d.      Muhammad bin Khalaf bin Murzaban (w.309 H) menulis kitab Al-Hawi fi `Ulumul Qur’an.
3.      KEADAAN `ULUMUL QUR’AN PADA ABAD IV H
Pada abad ini telah disusun Ilmu Gharibul Qur’an dan bebepapa kita Ulumul Qur’an dengan istilah Ulumul Qur’an. Diantaranya:
a.       Abubakar bin Qasim al-Anbari (w.328 H) menulis buku `Aja’ibul ‘Ulumul Qur’an. Dalam kitab ini menjelaskan tentang keutamaan dan keistimewaan Al Qur’an, tentang tupuannya Al-Qur’an dalam “tujuh huruf’, penulisan mushaf, jumlah surah, ayat dan lafaznya.
b.      Abul Hasan al-`Asy’ari menulis kitab al-Mukhtazan fi Ulumil Qur’ an.
c.       Abubakar as-Sajistani menulis buku Ilmu Gharibul Qur’an. Dan dia wafat pada 330 H.
d.      Abu Muhammad al-Qashshab Muhammad ‘All al-Kurkhi (W. sekitap tahun 360 H) menulis kitab yang berjudul Nukatul Qur’an ad-Dallah `Alai Bayan fi `Anwaa’i1 Ulumi Qal-Ahkam al­ Munabbi’ah `An Ikhtilafil Anam.
e.       Muhammad bin `All al-Afdawi (w. 388 H) menulis buku yang berjudul al-Istighna fi Ulumil Qur’an.
4.      PENULISAN ULUMUL QUR’AN PADA ABAD V H
Pada abad V H mulai disusun Ilmu I’rabil Qur’an dalam satu kitab. Di samping itu penulisan kitab-kitab dalam Ulumil Qur’an masih terus dilanjutkan oleh para ulama pada masa ini. Di antara ulama yang berjasa dalam pengembangan Ulumul Quran ialah:
a.       ‘Ali bin Ibrahim bin Sa’id al-Huf (w. 430 H) menulis kitab yang berjudul Al-Burhan fi Ulumil Alquran dan I’rabul Alquran.
b.      Abu `Amp ad-Dani (w. 444 H) menulis kitab yang berjudul at-Taisir Fil Qira’atis Sab’i dan al-Muhkam fin Nuqath.
Khusus kitab al-Burhan di atas adalah berisi 30 jilid tetapi masih ada dan tersimpan di Darul Kutub al-Misriyah tinggal 15 jilid dan tidak unit jilidnya. Kitab ini selain menafsirkan Alquran seluruhnya, juga menepangkan ilmu-ilmu al-Qur’an yang ada hubungannya dengan ayat-ayat al-Qur’an yang ditafsirkan. Karena itu ilmu-ilmu al-Qur’an tidak tersusun secara sistematis dalam kitab ini, sebab ilmu-ilmu al-Qur’an diuraikan secara terpencar-pencar, tidak terkumpul dalam bab-bab menurut judulnya. Namun demikian, kitab ini merupakan karya ilmiah yang besar.
5.      KEADAAN ULUMUL QUR’AN PADA ABAD VI H
Pada abad ini di samping terdapat ulama yang meneruskan pengembangan Ulum al-Qur’an, juga terdapat ulama yang mulai menyusun Ilmu Mubhamatil al-Qur’an. Mereka antara lain:
a.       Abul Qasim Abdurrahman ysng terkenal dengan nama as-Suhaili (w. 581 H) yang menulis kitab Mubhamatul al-Qur’an. Isinya berkisar tentang penjelasan maksud kata-kata dalam al-Qur’an yang tidak jelas atau samar.
b.      Ibnul Jauzi (w. 597 H) menyusun kitab Fununul Afnan fi `Ajaib al-Qur’an dan al-Mujtab fi Ulumin Yata’allaqu bil al-Qur’an.

6.      KEADAAN ULUMUL QUR’AN PADA ABAD VII H
Pada abad VII H ini, ilmu-ilmu al-Qur’an terus berkembang dengan mulai tersusunnya Ilmu Majazul al-Qur’an dan tersusun pula Ilmu Qiraat. Diantaranya:
a.       Ibnu Abdus Salam, yang nama lengkapnya Syaikhul Islam Imam Abu Muhammad Abdul Aziz bin Abdus Salam, terkenal dengan nama Al-`izz (w 660 H) menyusun kitab yang berjudul Majazul al-Qur’an.
b.      ‘Alamuddin al-Sakhawi (w. 643 H) yang terkenal dengan nama as­-Sakhawi, yang menyusun kitab Ilmu Qiraat dalam kitabnya Jamalul Qurra wa Kamalul Iqra’. Kitab ini berisi tentang berbagi ilmu qiraat, seperti tajwid, waqaf, dan ibtida (letak bacaan dimulai), nasikh dan mansukh.
c.       Abu Syamah (w. 665 H) menulis kitab al-Mursyidul Wajiz fi ma Yata’allaqu bi al-Quranil ‘Aziz.

7.         KEADAAN ULUMUL QUR’AN PADA ABAD VIII H
Pada abad ini muncullah beberapa ulama yang menyusun ilmu-ilmu baru tentang al-Qur’an, sedang penulisan tentang kitab-kitab Ulumul Quran masih tetap berlanjut. Yaitu:
a.       Badruddin az-Zarkasyi (w. 794 H). ia termasuk  ulama ahli tafsir dan ahli ilmu ushuluddin, lahip 745 H. menyusun kitab dalam empat jilid: al-Burhan fi Ulumi al-Qur’an. Professor Muhammad Abul Fadhl telah berjasa dalam usahanya tersebut.
b.      Ibnu Abil Isba menyusun kitab Ilmu Badai’u al-Qur’an (suatu ilmu yang membahas macam-macam badi’ (keindahan) bahasa dan kandungan al-Qur’an dalam al-Qur’an.
c.       Ibnul Qayyim (w. 752 H) menusun Ilmu Aqsami al-Qur’an (suatu ilmu yang membahas tentang sumpah-sumpah yang terdapat dalam al-Qur’an).
d.      Najmuddin al-Thufi (w. 716 H) menyusun Ilmu Hujaji al-Qur’an atau Ilmu Jadadi al-Qur’an.
e.       Abul Hasan al-Mawardi menyusun Ilmu Amtsali al-Qur’an.


8.      KEADAAN ULUMU AL-QUR’AN PADA ABAD IX H
Pada abad ini lebih banyak lagi penulis di antara para ulama sehingga pada abad ini boleh dikatakan perkembangan Ulumu al-Qur’an mencapai kesempurnaannya. Di antara ulama itu ialah:
a.       Jalaluddin al-Bulqaini (w. 824 H). Dia seorang ulama yang cerdas ahli di bidang ilmu fiqih, ushuluddin, bahasa Arab, tafsir, ma’ani dan bayan. Ia menulis kitab Mawaqi’ul Ulum min Mawaqi’in Nujum. Menurut al-Suyuti memandangnya sebagai pelopor menyusun kitab Ulumu al-Qur’an yang lengkap. Sebab di dalamnya telah dapat disusun sejumlah 50 macam Ilmu al-Qur’an.
b.      Muhammad bin Sulaiman al-Kafiaji (w. 879 H) menyusun kitab al-Taisir fi Qawaidi at-Tafsir.
c.       As-Suyuti (w.911 H) menyusun kitab At-Tahbir fi Ulumi at-Tafsir. Penyusunan kitab ini pada tahun 872 H dan merupakan kitab Ulumu al-Qur’an yang paling lengkap karena memuat 102 macam ilmu-ilmu al-Qur’an. Namun Imam as-Suyuti belum puas atas karya ilmiahnya yang hebat ini, kemudian menyusun kitab yang berjudul al-Itqan fi Ulumi al-Qur’an (2 juz) yang membahas sejumlah 80 macam ilmu-ilmu al-Qur’an secara sistematis. Kitab ini belum ada yang menandingi mutunya dan kitab ini diakui sebagai kitab standar dalam mata pelajaran Ulumu al-Qur’an.
Setelah as-Suyuti wafat pada tahun 911 H, perkembangan ilmu-ilmu al-Qur’an seolah-olah telah mencapai puncaknya dan berhenti dengan berhentinya kegiatan ulama dalam mengembangkan Ulumu al-Qur’an, dan keadaan semacam itu berjalan sejak wafatnya Imam as-Sayuti sampai akhir abad XIII H.
9.      KEADAAN ULUMU AL-QUR’AN PADA ABAD XIV H
Setelah memasuki abad XIV H ini, maka bangkit kembali perhatian ulama menyusun kitab-kitab yang membahas al-Qur’an dari berbagai segi dan macam Ilmu al-Qur’an, di antara mereka itu ialah:
a.       Thahir al-Jazairi menyusun kitab Al-Tibyan fi Ulumil Quran yang selesai tahun 1335 H.
b.      Jamaluddin al-Qasimi (w. 1332 H) menyusun kitab Mahasinu at-Ta’wil.
c.       Muhammad Abdul Adzim al-Zarqani menyusun kitab Manahilu al-Irfan fi Ulumi al-Qur’an (2 jilid).
d.      Muhammad Ali Salamah mengarang kitab Manhaju al-Furqan fi Ulumi al-Qur’an.
e.       Thanthawi Jauhari mengarang kitab al-Jawahir fi Tafsir al-Qur’an dan al-Qur’an wa al-Ulumu al-Ashriyah.
f.       Muhmmad Shadiq al-Rafi’i menyusun I’jazu al-Qur’an.
g.      Mustafa al-Maraghi menyusun kitab “Boleh Menterjemahkan al-Alquran”, dan risalah ini mendapat tanggapan dari para ulama yang pada umumnya menyetujuinya tetapi ada juga yang menolaknya seperti Musthafa Shabri seorang ulama besar dari Turki yang mengarang kitab Risalah Tarjamati al-Qur’an.
h.      Said Qutub mengarang kitab al-Tashwitu al-Fanni fi al-Qur’an dan kitab Fi Dzilali al-Qur’an.
i.        Sayyid Muhammad Rasid Ridha mengarang kitab Tafsir al-Quranu al-Hakim. Kitab ini selain menafsirkan al-Qur’an secara ilmiyah, juga membahas Ulum al-Qur’an.
j.        DR. Muhammad Abdullah Darraz, seorang Guru Besar al-Azhar university yang diperbantukan di Perancis mengarang kitab al-Naba’al `Adzim, Nadzarratun Jadidah fi al-Qur’an.
k.      Malik bin Nabiy mengarang kitab al-Dzahiratu al-Quraniyyah. Kitab ini membicarakan masalah wahyu dengan pembahasan yang sangat berharga.
l.        Muhammad al-Ghazali mengarang kitab Nadzaratun fil al-Qur’an.
m.    Dr. Shubhi al-Salih, Guru Besar Islamic Studies dan Fiqhul Lughah pada Fakultas Adab Universitas Libanon mengarang kitab Mahabits fi Ulumi al-Qur’an. Kitab ini selain membahas Ulumu al-Qur’an, juga menanggapi dan membantah secara ilmiyah pendapat-pendapat orientalis yang dipandang salah mengenai berbagai masalah yang berhubungan dengan al-Qur’an
n.      Muhammad al-Mubarak, Dekan Fakultas Syari’ah Universitas Syria, mengarang kitab al-Manhalu al-Khalid.
Lahirnya istilah Ulumu al-Qur’an sebagai salah satu ilmu yang lengkap dan menyeluruh tentang al-Qur’an, menurut para penulis Sejarah Ulumu al-Qur’an pada umumnya berpendapat lahir sebagai suatu ilmu abad VII H. sedang menurut al­-Zarqani istilah itu lahir pada abad V H oleh al-Hufi dalam kitabnya al-Burhan fi Ulumi al-Qur’an. Kemudian pendapat tersebut dikoreksi oleh Shubhi al-Shalih, bahwa istilah Ulum al-Qur’an sebagai suatu ilmu sudah ada pada abad III H oleh Ibnu Marzuban (w. 309 H) dalam kitabnya al-Hawi fi Ulumi al-Qur’an. Dari berbagai pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa istilah Ulumu al-Qur’an sebagai suatu ilmu telah dirintis oleh Ibnu Marzuban (w. 309 H) pada abad III H. Kemudian diikuti oleh al-Huff (w. 430 H) pada abad V H. Kemudian dikembangkan oleh Ibnul Jauzi (w. 597 H) pada abad VI H. Kemudian diteruskan oleh al-Sakhawi (w. 643 H) pada abad VII H. Kemudian disempurnakan oleh al­Zarkasyi (w.794 H) pada abad VIII H. Kemudian ditingkatkan lagi oleh al-Bulqini (w.824 H) dan al-Kafyaji (w.879 H) pada abad IX H. Dan akhirnya disempumakan lagi oleh al-Suyuti pada akhir abad IX dan awal abad X H. Pada periode terakhir inilah sebagai puncak karya ilmiyah seorang ulama dalam bidang Ulum al-Qur’an, sebab setelah as-Suyuti maka berhentilah kemajuan Ulumu al-Qur’an sampai akhir abad XIII H.
Namun pada abad XIV H sampai sekarang ini mulai bangkit kembali aktifitas para ulama dan sarjana Islam untuk menyusun kitab-kitab tentang al-Qur’an, baik yang membahas ulumu al-Qur’an maupun yang membahas salah satu cabang dari Ulum al-Quran.












DAFTAR PUSTAKA

Ahmad al-Syarbasi, Tarikh al-Tafsir al-Qur’an, (tepj), Pustaka Firdaus, Jakarta, 1985.
Departemen Agama RI, Al-Qur’un dan Terjemahnya, Yayasan Penyelenggara Penterjemah/Penafsir al-Qur’an, Jakarta, 1974.
Hasbi  ash-Shiddiqy, Ilmu-ilmu al-Qur’an, Media-media Pokok dalam Menafsirkan al-Qur’an, Bulan Bintang, Jakarta, 1972.
Hasan Muhammad Musa, Qamus Qur’ani, Maktabah Khalil Ibrahim, Iskandariyah, 1966.
Loeis Ma’luf, Al-Munjid fi al-Lughah wa al-A‘lam, Dar al-Masyriq, Beirut, 1986.
Manna al-Qaththan, Mabahits fi Ulum al-Qur’an, Mansyurah al-Ashr al-Hadis, Riyad, tt.
Masfuk Zuhdi, Pengantar Ulumu al-Qur’an, PT Bina Ilmu, Surabaya, 1993.
Muhammad bin Shaleh al-’Utsaimin, Ushul fi al-Tafsir, (terj), Dina Utama, Semarang, 1989.
Muhammad Fuad Abdul Baqi, al-Mu’ jam al-Mufakhrus li al-Fadz al-Qur’an al­Karim, Dar al-Fikr, Beirut, Lebanon, 1987.
Muhammad Ismail Ibrahim, Al-Qur’an wa I ja:uhu al-Ummiyin, Dar al-Fikr, Kairo, tt.,.
 Shobuni al, Muhammad Ali, At-Tibyaan fi Uluum al-Qur’an, Beirut, ttp. 1985.
Suyuthi, ash, Abdurrahman Jalaluddin, Al-Itqan fi Ulum Al-Qur’an, Juz Idan II, Dar al-Fikr, Beirut, 1951.
Zarkasyi, az Badruddin Muhammad bin Abdullah, Al-Burhan fi Ulum al-Qur’an, Isa al-Baby al-Halaby, Kairo, 1957.



[1] Manna al-Qaththan, Mabahits fi Ulum al-Qur’an, Mansyurah al-Ashar al-Hadis, Riyad, tt. Hal. 15-16
[2] Masjfuk Zuhdi, Pengantar Ulumul Qur’an, PT Bina Ilmu, Surabaya, 1993, hal. 5-25. Perkembangan Ulumul Quran dalam tulisan ini diambil dari buku tersebut

Rabu, 19 Desember 2012

TIPS MEMILIH METODE PEMBELAJARAN


Ada beberapa tips dalam memilih metode pembelajaran, yaitu:

1. Perhatikan Tujuan Pembelajaran

Satu kata kunci : Tujuan lebih penting dari proses, artinya percuma proses pembelajaran dijalankan sampai menghabiskan energi berlebih jika proses tersebut tidak mendukung tujuan pembelajaran.
Menurut UNESCO, tujuan pembelajaran universal adalah : learning to be, learning to know, learning to do, dan leraning to live together.
Tujuan pembelajaran yang baik ditandai dengan ABCD, yaitu:

  • Audience

berarti siswa atau pembelajar dapat menjadi subjek dalam pembelajaran.

  • Behavior

berarti pengalaman, atau tindakan dijalani siswa dalam pembelajaran.

  • Condition

berarti kondisi nyata yang terjadi ketika siswa belajar atau akan belajar. 

  • Degree

berarti tingkatan atau taraf tertentu yang harus dicapai siswa. 

2. Perhatikan Karakteristik Siswa
menurut Gadner, karakteristik siswa ada delapan (multikecerdasan) yaitu : matematika-logis, bahasa, parsial, kinestetis, intrapersonal, antarpersonal, natural, dan musikal. tiap karakteristik kecerdasan tersebut memerlukan cara mendidik dan mnegajar yang berbeda.
Siswa yang belajar dibagi menjadi lima kelompok yaitu : Gifted, Conceptual, Contextual, Slow Learners, dan Disabilities. Menurut penelitian Asian Development Bank (2000) menemukan bahwa 60% pembelajar di Indonesia adalah Contextual, yaitu siswa baru dapat belajar jika guru membantu mengaitkan apa yang akan dipelajari dengan kehidupan sehari-hari di sekitar pembelajar.

3. Perhatikan Kemasan Materi Pembelajaran
Dalam memahami materi, banyak siswa yang hanya berproses melalui satu metode saja yang tidak pernah divariasikan dengan metode lainnya oleh gurunya. 
urutan Berfikir :
  • Fakta : apa, kapan, siapa, dimana
  • Konsep : pengertian, definisi, ciri-ciri, bentuk
  • Prosedural : langkah-langkah, cara, teknik
  • Prinsip : pengalihan, bentuk lain, penerapan

  
4. Perhatikan Situasi dan Konteks Belajar Siswa
Dalam memperhatikan situasi dan konteks, ada beberapa hal yang perlu dierhatikan, yaitu:

  • Prediktif

artinya situasi dan konteks diramalkan sebelumnya, yakni saat menyusun rencana pembelajaran. 

  • Produktif

artinya situasi dan konteks dapat memberikan dukungan bagi keberhasilan pembelajaran.

  • Antisipatif

artinya guru perlu mengantisipasi situasi dan konteks yang akan digunakan dengan berbagai kesiapan sehingga dapat menghadapi situasi dan konteks yang diinginkan. 

  • Adaptif

berarti penyesuaian proses yang dilaksanakan berdasarkan situasi dan konteks yang benar-benar terjadi.

  • Nyaman

artinya bahwa situasi dan konteks yang digunakan dalam pembelajaran memberikan dukungan bagi kenyamanan siswa dalam belajar.

5. Perhatikan Sumber Belajar yang Ada
sumber belajar adalah segala sesuatu yang mengandung informasi, gagasan, konsep dan dapat memudahkan, mengongkretkan, dan menyederhanakan materi sehingga siswa dapat lebih cepat, mudah, dan paham dalam memahami materi pembelajaran.
Dengan begitu, maka tujuan pembelajaran dapat dengan mudah dan cepat tercapai tingkat ketercapaiannya.
Cara menentukan sumber belajar yang tepat adalah : Kebermaknaan, Kesesuaian, Kepraktisan, Keamanan, dan Kenyamanan.   

6. Perhatikan Waktu yang Tersedia
Guru harus mampu mengatur penggunaan waktu sesuai dengan tahapan pembelajarannya. 

PENYEBAB GURU TAKUT BERINOVASI DALAM PEMBELAJARAN DAN CARA MENGATASINYA


Penyebab guru takut untuk berinovasi dalam pembelajaran adalah :

  1. Guru takut salah dan tidak percaya diri dalam menerapkan pembelajaran berinovasi.
  2. Guru takut dicela temannya dan takut dianggap sok maju.
  3. Guru takut jika waktu yang tersedia tidak cukup.
  4. Guru takut dikecam kepala sekolah dan guru lainnya karena kelas inovasi dipandang sebagai biang kegaduhan, keramaian, dan kericuhan.
  5. Guru takut keluar dari zona aman.
  6. Guru takut sibuk dengan tugas tambahan akibat inovasi pembelajaran.


adapun cara mengatasinya adalah:

  1. Yakinlah bahwa setiap guru mampu berinovasi dalam pembelajarannya.
  2. Mulailah berinovasi dari aspek yang kecil-kecil.
  3. Buatlah catatan perubahan dalam buku harian tentang cara dan gaya mengajar setiap hari.
  4. Mulailah mengerti bahwa inovasi berbeda dengan kreatif.
  5. Mintalah guru lain, siswa, dan kepala sekolah untuk memberikan teguran manakala pembelajaran yang dilangsungkan sama dengan hari kemarin. 

MODEL PEMBELAJARAN "CORE"



Model pembelajaran core yaitu model pembelajaran yang mencakup empat aspek kegiatan yaitu connecting, organizing, reflecting, dan extending. Adapun keempat aspek tersebut adalah :

  • Connecting (C) : Merupakan kegiatan mengoneksikan informasi lama dan informasi baru dan antar konsep.
  • Organizing (O) : Merupakan kegiatan mengorganisasikan ide-ide untuk memahami materi.
  • Reflecting (R) : Merupakan kegiatan memikirkan kembali, mendalami, dan menggali informasi yang sudah didapat.
  • Extending (E) : Merupakan kegiatan untuk mengembangkan, memperluas, menggunakan, dan menemukan.


Karakteristik Model pembelajaran Core
Model pembelajaran yang menekankan kemampuan berpikir siswa untuk menghubungkan, mengorganisasikan, mendalami, mengelola, dan mengembangkan informasi yang didapat. Dalam model ini aktivitas berpikir sangat ditekankan kepada siswa. Siswa dituntut untuk dapat berpikir kritis terhadap informasi yang didapatnya. Kegiatan mengoneksikan konsep lama-baru siswa dilatih untuk mengingat informasi lama dan menggunakan informasi/konsep lama tersebut untuk digunakan dalam informasi/konsep baru. Kegiatan mengorganisasikan ide-ide, dapat melatih kemampuan siswa untuk mengorganisasikan, mengelola informasi yang telah dimilikinya. Kegiatan refleksi, merupakan kegiatan memperdalam, menggali informasi untuk memperkuat konsep yang telah dimilikinya.



Extending, dengan kegiatan ini siswa dilatih untuk mengembangkan, memperluas informasi yang sudah didapatnya dan menggunakan informasi dan dapat menemukan konsep dan informasi baru yang bermanfaat.



Keunggulan dan kelemahan
Keunggulan
  1. Siswa aktif dalam belajar
  2. Melatih daya ingat siswa tentang suatu konsep/informasi
  3. Melatih daya pikir kritis siswa terhadap suatu masalah 
  4. Memberikan pengalaman belajar kepada siswa, karena siswa banyak berperan aktif dalam pembelajaran sehingga pembelajaran menjadi bermakna.



Kelemahan
  1. Membutuhkan persiapan matang dari guru untuk menggunakan model ini.
  2. Menuntut siswa untuk terus berpikir kritis.
  3. Memerlukan banyak waktu.
  4. Tidak semua materi pelajaran dapat menggunakan model core.



Sintaks

  1. Membuka pelajaran dengan kegiatan yang menarik siswa yaitu menyanyikan yang mana isi lagu berkaitan dengan materi yang akan diajarkan.
  2. Penyampaian konsep lama yang akan dihubungkan dengan konsep baru oleh guru kepada siswa. Connecting (C),
  3. Pengorganisasian ide-ide untuk memahami materi yang dilakukan oleh siswa dengan bimbingan guru. Organizing (O)
  4. Pembagian kelompok secara heterogen (campuran antara yang pandai, sedang, dan kurang), terdiri dari 4-5 orang.
  5. Memikirkan kembali, mendalami, dan menggali informasi yang sudah didapat dan dilaksanakan dalam kegiatan belajar kelompok siswa. Reflecting (R)
  6. Pengembangan, memperluas, menggunakan, dan menemukan,melalui tugas individu dengan mengerjakan tugas. Extending (E)

PRINSIP PEMBELAJARAN INOVATIF


Prinsip pembelajaran inovatif adalah sebagai berikut:

  1. Berpusat Pada Siswa
  2. Berbasis Masalah
  3. Terintegrasi
  4. Berbasis Masyarakat
  5. Memberikan Pilihan
  6. Tersistem
  7. Berkelanjutan

Kamis, 11 Oktober 2012

SOAL ULANGAN UMUM TENGAH SEMESTER GASAL SMA MANBA'UL ULUM ASSHIDDIQIYAH KOTA TANGERANG 2012/2013

  1. PENDIDIKAN AGAMA ISLAM 10
  2. PENDIDIKAN AGAMA ISLAM 11
  3. PENDIDIKAN AGAMA ISLAM 12
  4. PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN 10
  5. PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN 11
  6. PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN 12
  7. BAHASA INDONESIA 10
  8. BAHASA INDONESIA 11
  9. BAHASA INDONESIA 12
  10. BAHASA INGGRIS 10
  11. BAHASA INGGRIS 11
  12. BAHASA INGGRIS 12
  13. MATEMATIKA 10
  14. MATEMATIKA 11
  15. MATEMATIKA 12
  16. FISIKA 10
  17. FISIKA 11
  18. FISIKA 12
  19. KIMIA 10
  20. KIMIA 11
  21. KIMIA 12
  22. BIOLOGI 10
  23. BIOLOGI 11. IPA
  24. BIOLOGI 12. IPA
  25. GEOGRAFI 10
  26. GEOGRAFI 11. IPS
  27. GEOGRAFI 12. IPS
  28. EKONOMI 10
  29. EKONOMI 11. IPS
  30. EKONOMI 12. IPS
  31. SOSIOLOGI 10
  32. SOSIOLOGI 11. IPS
  33. SOSIOLOGI 12. IPS
  34. SEJARAH 10
  35. SEJARAH 11. IPS
  36. SEJARAH 12. IPA
  37. KITAB SALAF 10
  38. KITAB SALAF 11
  39. KITAB SALAF 12
  40. BAHASA JEPANG 11. IPA
  41. BAHASA JEPANG 12. IPA
  42. BAHASA JEPANG 11. IPS
  43. BAHASA JEPANG 12. IPS

Kamis, 20 September 2012

MAWAR


MAWAR,,,,
Oleh : Fauzah Nurlaela*
Untuk setangkai bunga mawar terindah yang pernah singgah dan bersemayam di hati. . . .
Hanya untuk kau seorang. . . .
Mawarku. . . . ku yakin kau tau betapa besar cintaku bersemayam jauh di lubuk hatiku hanya untukmu, cintaku begitu dalam, sedalam ruh yang bersembunyi dalam jasadnya, tak kasap oleh mata.
Mawarku. . . . tulusnya cintaku bagaikan sungai nil yang terus mengalir mengairi bentangan tanah tandus di padang pasir, namun. . . .
Biarkan cintaku pergi terhembus angin lautan dan membawa bayang semu mu. . . . cukupkan cintamu hanya untuknya, sang pemilik cinta kasih dalam hidup duniamu. . . .
Biarkan cintaku bersembunyi dalam derasnya ombak yang bergelombang. . . . terhempas dan terjatuh. . . . jadilah mawar paling terindah dalam duniamu kini. . . .
Fadil,,
***
Semuanya seakan tak perdulikan ku, melepasku begitu saja. . . . dan kaupun seakan tak mengerti tentang semua rasa yang bergejolak dalam dada, seakan ukiran tanganmu menghempaskan ku sehancur-hancurnya. . . . cintaku mulai pupus rapuh tak berdaya. . . . tak adakah satu pijakan mencoba tuk menyanggah ketakberdayaanku kini. . . .?? kau sirna, melepaskanku begitu saja. . . .
Tuhan. . . . kini hatiku bimbang terombang-ambing. . . . cukupkan semua takdir hanya kepadamu. . . . jika ia adalah yang terbaik bagiku kini dan nanti, jangan biarkan hati ini merasa hancur sehancur-hancurnya. . . .
Tuhan tunjuklah satu bintang dimalam ini, buat aku tersenyum wala
u sesaat, yakinkan hati ini dengan segala curahan kasihmu, biarkan tangis ini menjadi sebuah saksi bahwa esok aku dapat tersenyum kembali bersama bintang pijar yang baru. . . .
“mawar. . . . !!! ini gaun-gaun besok yang harus kamu pakai!! Cepatlah tidur. . . .!! karena ibu tidak ingin melihat kamu sakit di hari paling bersejarah untukmu nanti . . . . cepatlah tidur sayang. . . .!!” putusnya dan mengecup hangat keningku.
“iyya ibu. . . .!!” ku ukir senyum dalam perihku, melepas bayangnya dari ambang pintu.
 Indahnya senyum terekam jelas dari wajah kebahagiannya, membuatku semakin rapuh jika harus mengecewakannya. . . .
Tuhan. . . . biarkan hati ini sakit, jika senyum surga dapat ku ukir pada bibir manisnya untuk kini dan nanti. . . .
***
“mawar sayang. . . . cepat nak. . . . akad akan segera dimulai!!!” jemput ibuku dari ambang pintu.
“ayo nak. . . . mari sayang kita turun!!!” hangat tangannya merengkuh tubuhku dalam balutan indah, mendamparkanku dalam kegalauan batin.
“ayo. . . . duduk mawar. . . . tunggu apa lagi?!” pecahnya dalam keheninganku.
“apakah sudah siap semuanya. . .?! baiklah kita mulai saja akadnya. . . . bismillahirrohmanirrohim. . . . saya nikahkan ROMI WIJAYA. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .!!!!!!”
“Sahh. . . .??!” singkat kalimat akhirpun terucap.
“saaahhhh. . . .!!!!!” deru suara yang menyeruak menimpali.
Kecupnya hangat di keningku. . . . semoga Tuhan, memberi yang terbaik sampai nanti. . . .
***
Malam ini seakan asing bagiku, sosoknya begitu mengganjal dalam hidupku. . . . Tuhan. . . . maafkan aku, bukan maksud mulut ini tak ingin berkata, namun sungguh sulit hati ini tuk mencoba. . . . semoga dirinya dapat mengerti.
“mawar. . . .!!!” katanya lembut mengejutkan hatiku, menatapku padam. . . .
“istirahatlah. . . .!! jangan sampai rasa lelah membuatmu sakit esok. . . .!!” sambungnya dan berlalu dari hadapanku.
Akupun menatapnya dalam hening, yang berlalu begitu saja. Biarkan kali ini hati ini berontak, tanpa harus selalu menuruti. . . .
Malam semakin pekat, namun tidurku tak dapat larut dalam buaian mimpi, sosoknya masih menghantui fikiranku .
Tuhan. . . . adakah yang ku cinta kini memikirkan aku??! Keluhku dalam resah. . . . ku buka mataku dalam pejaman tidur, mendengar reotan suara pintu seakan mengusik kenyamananku. . . . sosoknya tenang memasuki.
“belum tidur. . . .??!” katanya lagi dengan lembut.
“belum . .!” jawabku singkat.
“kenapa. . . ?!” suatu pertanyaan bodoh, yang ku fikir tak perlu tuk ku jawab, akupun hanya diam menatap sosoknya menghampiri.
“mau dengerin cerita. . .?!” satu kata lagi yang keluar dari mulutnya, seakan mengejek ku.
“bukan. . .!! bukan, maksudnya aku punya cerita seru, siapa tahu kamu ingin mendengarnya. . . . !!” katanya seakan dapat membaca raut kekesalanku
Malam semakin pekat. . . . angin semakin menusuk. . . . hening semakin sendu. . . . suaranya satu terdengar lembut, mendayu mengukir mimpi dalam lelap tidurku. . . .
***
“Romi. . . . dimana istrimu nak??!” suara itu tiba-tiba mengusikku dari lelap tidurku, akupun terperanjak bangun dari tidurku, ku buka pintu kamarku, tercengang di ambang pintu. . . . melihat sosoknya tenang menghidangkan beberapa makanan di atas meja bersama ibuku.
“masih tidur bu. . . . mungkin ia lelah. . . .!!” jawabnya menatap ibuku lembut.
“ooh. . . . kamu tidak pergi dinas hari ini Rom. . .?!”
“enggak bu kan masih cuti. . . mungkin dua atau tiga hari lagi aku langsung dinas keluar kota.” Jelasnya.
“looohhh. . . .!! terus mawar hendak kau ajak??!” spontan ibuku dengan raut wajah yang nampak kaget.
“kalau Romi sih terserah mawar saja, kalau mawar mau ya nanti romi ajak, kalau enggak juga romi gak maksa, kan disini masih ada ibu yang bisa temenin mawar  nanti.” Katanya seakan luluhkan hati ini.
“ibuu. . . .!!” akupun berdiri di hadapan mereka, seakan mengacaukan pembicaraan.
“mawar. . . .!!  kamu itu bagaimana sih?! Bukannya bangun lebih awal, hormati suamimu. . . .!!” deretan kata menyerbuku pagi ini, akupun merengutkan keningku kesal. . . .
“sudah lah bu. . . . mungkin mawar masih lelah, dan belum terbiasa, aku bisa ngerti kok bu. . . .!!” katanya lagi seakan goyahkan hati ini.
“yah sudah, besok kamu harus berubah mawar. . . . belajar agar terbiasa. . . . hormati suamimu. . . .!!” ucapnya lagi nampak menasehati dengan kekesalannya.
“mawaar. . . . mandilah dulu kau sayang, biar aku dan ibu yang menyiapkan hidangannya, lagi pula sebantar lagi selesai kok. . . .!!”
Sayang. . . . akupun menatapnya aneh, seakan ingin ku keluarkan kata-kata itu dari kedua telingaku, ku tinggalkan bayangnya tanpa ragu, menepis sedikit rasa kesal  yang menghampiri.
***
Bayangnya seakan tak pernah padam menghampiri sepiku, menghamparkan berjuta kenangan yang tak dapat terobati lagi, menggores luka dalam hati. . . . namun tak bisa ku pungkiri, sosok baru seakan memaksa menerobos ruang hatiku saat ini. . . . disaat hati ini rapuh dan kehilangan . . . .
“ehhem . . . .!! sendirian saja neng. . . . !!!”sosoknyapun menghancurkan lamunanku sesaat.
“nih aku buatkan teh hangat. . . .!!” tawarnya yang menyodorkan secangkir teh kecil dari hadapanku.
“kenapa. . . .??!” tanya tanpa ragu.
“maaf. . . . aku lagi malas ngomong!!!” jawabku mengelak untuk berkata.
“ouuuwhh. . . . . yah sudah, diminum yah tehnya. . . .!!!” tangannya hangat mengelus lembut rambutku, dan berlalu dengan hati yang nampak pilu . . . . sungguh dapat ku rasakan itu, tuk kesekian kalinya, (maafkan aku. . . .) desah ku lirih dalam hati.
***
Kini malam begitu kelam dinginnya begitu menusuk, ku tatap wajahnya dalam hening. . . . yang kini terbaring pilu disampingku. Sungguh begitu dewasa. . . . menyikapi sagala tingkah yang ku perbuat terhadapnya, namun. . . . mengapa harus seperti itu. . . .?! membuat hati ini semakin luluh dan tersentuh. . . . hingga bingung menyikapi hidup, mengapa kau harus pilih aku. . . .?! wanita yang tak pernah memberi berjuta cinta di hidupmu, hanya terus melukai . . . . tangisku pecah dalam sunyi, membasahi wajah ini, menatapnya penuh hilaf dan salah. . . . hangat ku sentuh wajahnya sepi dalam tidurnya . . . . (maafkan aku . . . . ) lirih kataku dalam hati.
Tuhan. . . . ajari aku untuk mencintainya . . . . ajari aku untuk menghargainya. . . . jangan biarkan hati ini merasa angkuh untuk bisa mencintainya. . . . izinkan aku tuk bawakan surga cinta terindah untuknya kini dan nanti.
***
“mawar sayang. . . .!!!” lembut tangannya membelai rambutku, ku buka pejaman mataku seketika.
“lekaslah kau mandi, aku sudah siapkan sarapan untuk kita. . . . aku tunggu yah!!” senyumnya lepas meninggalkanku.
Tuhan. . . . hingga hari ini pun aku belum bisa melakukan yang terbaik. . . . maafkan aku tuhan. . . .
Akupun segera menghampirinya dalam duduk, sedetik setelah aku mandi. Ku hampiri sosoknya tanpa ragu, yang nampak pekat menatapku hangat.
“emmm’. . . . maaf. . . .!!” kataku tertahan.
“uussst. . . . kita makan yuk!!!”potongnya, tak mempersalahkan keadaan, membuatku semakin bersalah.
 Ku tatap wajahnya yang begitu tenang teduhkan hati ini. . . . Tuhan, apakah kini aku mulai menyadari, begitu tulusnya cinta yang ia miliki, tanpa ada sedikitpun paksaan dan kepentingan.
“mawar. . . . !!” katanya mengejutkan fikiranku, Ku tatap wajahnya tuk sampaikan isyaratku.
“aku. . . . aku akan pergi untuk beberapa hari menjalani tugas dinasku di Kalimantan, aku harap kau baik-baik disini, ibu akan menemanimu untuk beberapa hari. . . . baik-baik sayang. . . . aku mencintaimu. . . .!!” sambungnya menatapku hangat, tanpa ada sepatah dua patah kata ajakan bersarang dari mulutnya, ku tatap sosoknya padam, dan berharap kata itu terlontar.
“aku pergi. . . .!!” katanya yang beranjak dari hadapanku, tanpa ada sedikit kata yang ku harap terlontar dari mulutnya.
“Rom. . . .!!” akupun memanggilnya lirih,menghampiri bayangnya di ambang pintu, padam ia pun menatapku kosong dalam keanehan. Ku kecup keningnya hangat tanpa ragu, melepas kepergiaannya.
“hati-hati. . . .!!” kataku lirih.
Senyum syahdu terukir indah dari bibir manisnnya, mengantarkan bayangnya  yang lenyap dari hadapan mata.
***
Sepiku tak berujung. . . . menelan kisah yang sudah-sudah. . . . harus berapa lama lagi aku menunggu, diatas rindu yang menggebu-gebu. . . . merasakan akan arti hadirnya yang lalu-lau, begitu sulit untuk mempersalahkan keadaan, karna hati terkadang sulit untuk di mengerti. Namun, rasa cinta ini datang begitu saja, menggebu-gebu dalam dada. . . . sedang apakah ia di sana??! Rasa khawatirpun datang menyelimuti. . . . rasa takut kehilangan. . . .
Tuhan. . . . tolong jaga rasa ini untuknya. . . . hanya untuknya.
“mawar. . . . sedang apa kau nak?! Tak baik terus melamun seperti itu!! Kenapa kau sayang. . . .?!” ibupun datang menghampiri, seakan slalu memperhatikan tingkah anehku akhir-akhir ini.
“Mawar. . . . Mawar kangen bu sama mas Romi. . . .!!” kataku tertahan, menahan gejolak jiwa, namun dekapnya hangat merengkuh tubuhku.
“kapan mas Romi pulang yah bu. . . .?!” sedikit tanyaku lucu, mengukir senyum mungil ibuku.
“mengapa kamu aneh toh nduk. . . .?! coba saja telpon, lalu tanya kapan Romi pulang!!” katanya menatapku dengan senyum yang masih membekas indah.
“emm’. . . . Mawar malu bu. . . . Mawar gengsi. . . .!!!” jawabku lugu menerawang sepi.
“kenapa juga mas Romi gak telpon Mawar?! Mas Romi lupa yah bu sama Mawar?!” tanyaku lugu dengan rasa kekhawatiran.
“loohh. . . . kok gitu si nduk ngomongnya. . . . .!!!” iapun segera menekan hitungan angka di hand phonenya yang kemudian menyodorkannya kepadaku.
“yah hallo. . . . ibu. . . . gimana kabarnya bu. .?! maaf Romi belum sempet kasih kabar sama ibu, gimana kabarnya bu. . . .?!” akupun terpaku sepi, terdengar suaranya hangat mendayu dalam kalbu. . . .
“hallo ibu. . . . hallo. . . .??!” katanya lagi menuggu jawaban.
“hallo. . . .!” kataku tertahan sepi.
“ma. . Mawar. . . .!!!!” terdengar suaranya syahdu bahagia dari balik hand phone ku, terbata-bata. . . .
“gimana kabarnya mas Romi. . . .??!!!!!” kataku menahan segala rasa yang bergejolak
“baik. . . . syukur aku baik-baik saja. . . .!!” jawabnya tanpa sedikit tanya tentangku
“gimana ibu. . . .???!” katanya dari sebrang seakan acuhkan ku. . . .
“looohhh. . . . kok ibu. . . .????! akunya enggak. . . . !!!!!!” kesalpun tersirat dalam hatiku.
“ehh. . . . iyya lupa. . . . kan maksudnya, gimana dengan kabarnya bu Mawar. . . .??! hhehehhe. . . .!!” suaranya seakan teduhkan hati ini, tawanya lepas hiasi batin.
“eu. .euuhhh. . . . kok gituuu. . . .??!!” suaraku kesal.
“looohh. . . . kok gitu gimana. . . .????!!!” suaranya terdengar panik.
“hhe. Iyyah. . . . kan aku ibu ROMI WIJAYA, sekarang. . . . . hhahaha!!!” jawabku nyeleneh.
“ouuwh gitu yah. . . .??!” singkat pertanyaannya terdengar, namun mengesalkan batin.
“iihhhhh. . kok gituu. . . .???! hheuhhhh.!!!” Kata ku tertahan.
“hhehehheh. . . . kenapa. . . .??! kangen yah????!!!” tanyanya mengalihkan pembicaraan.
Akupun terdiam sepi tak ada jawaban. . . .
“halloo. . . .????!!! ibu ROMI WIJAYA. . . . .!!” Sambungnya, mengukir senyum di bibirku.
Candapun tertuang hangat, seakan mengobati rasa rindu yang menggebu-gebu . . . . hangatkan sebuah suasana kalbu.
“kapan mas Romi pulang. . . .??!” tanyaku menuju inti pembicaraan.
“belum tau, ini juga sedang diusahakan. . . .!!” jawabnya membingungkan.
“ouuwhh. . . .!!” jawabku putus dalam asa.
“kenapa. . . .???!  kangenkaaannnn. . . . .!! hayyo ngaku. . . . .???! hhahhahahahh. . . .!!” tawanya lepas seakan menutupi rasa malu, namun sesaat hening tak ada suara. . . . . . . . NNGGEEEEKKKK. . . . .BBRRRAAAAAKKKKKKK. . . . . . .!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! tuut. . . . tuut. . . . tuut . . . .tuut. . . . tuut. . . .tuut. . . . .!!
Tanyaku sepi dalam pilu kekhawatiran batin. . . . .
“hallo. . . .halloo. . . . hallooo. . . . mas Romiii. . . . . . . . . .!!!!” tak ada jawaban yang dapat ku dengar.
***
Sore ini nampak kelam, sekelam hati ini yang semakin galau tak menentu. . . . selang waktu yang terus berputar, berita duka mengantarkan luka dihatiku. . . . setelah tawa merekah indah dari mulutnya. . . . setelah rindu seakan musnah oleh candanya. . . . ku tatap wajahnya pilu tak ada jawaban, kuraih tangannya lemah tak berdaya, terselip dihati. . . . apakah semua ini salahku. . . .????!!
Salahku seakan menghantui. . . . pojokkan ku semakin dalam. . . . ku genggam tangannya tanpa henti, tak ingin sedetik saja terlepas. .  . . dalam hati berbisik,Tuhan. . . . tolong dia. . . .!!!
Putaran waktu terus berjalan, namun tak ada jawaban. . . . sosoknya masih saja mengundang iba dalam batin. . . . terbujur lemah tak berdaya. . . .
“Mawar sayang. . . . istirahatlah dulu, biar ibu yang tunggu Romi. . . .!!” katanya lembut menatapku tabah.
Namun, tak sepatah katapun keluar dari bibir ini, hanya mengangguk dan berlalu untuk meninggalkannya sejenak. Ku basuh wajah ini dengan balutan do’a, bersimpuh dan memohon atas segala kasih dan sayang pengampunannya untuk segalanya yang telah terjadi. . . . Tuhan tolonglah hambamu yang lemah ini. . . .
Derai kalbupun belum sempat kering dipipi, namun seru terdengar ibu memanggil namaku lirih. . . .
“Mawar. . . . Mawar sayang. . . .!!
Ragakupun seakan goyah menghampiri penuh gejolak. . . . kutatap wajahnya yang masih berbaring lemah tak berdaya, namun matanya mencoba tuk menerobos dunia. . . .  raga ini tak kuasa terperanjat syahdu dalam tangis. . . . ku peluk tubuhnya erat tanpa ragu. . . . lemah tak berdaya, dalam hati berbisik (semoga Tuhan, tak akan memisahkan kita. . . .)
“ma. . Mawar. . . .!!” katanya lirih, mencoba menatapku.
“uusssttt. . . . .!!! tak ada yang perlu kau ucapkan dan kau takuti. . . .!” tatapku hangat dalam sendu.
“karena aku ada, hanya untuk kamu. . . .!!!! aku sayang kamu. . . .!!!” kata ku lepas, mencium hangat keningnya. . . . darai tangis tertuang dalam syahdu, seakan menjadi obat dalam rasa.
***

* Penulis adalah Alumni SMA Manba'ul Ulum Asshiddiqiyah Kota Tangerang